Jayapura (Antaranews Papua) -  Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan Hukum (Gakkum) TNI-Polri sedang melaksanakan patroli dan terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Gubuleme, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Senin sekitar pukul 06.45 WIT.

Kontak tembak berawal saat patroli yang dipimpin Lettu Inf Angga melihat bendera bintang kejora berkibar di atas ketinggian yang merupakan markas KKSB pimpinan Goliat Tabuni, beserta sekitar 50 orang anggotanya yang menggunakan senjata campuran.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada wartawan di Jayapura, Senin malam, membenarkan terjadinya kontak tembak itu dan Satgas Gakkum TNI-Polri beranggotakan 20 orang.

Anggota KKSB sempat diperintahkan untuk menyerah, namun tidak diindahkan bahkan menembaki anggota hingga akhirnya kelompok tersebut terdesak dan melarikan diri ke hutan.

"Setelah berhasil menguasai markas KKSB pimpinan Goliat Tabuni, ditemukan satu anggota KKSB tewas akibat luka tembak, serta satu pucuk senjata laras panjang buatam Inggris, satu pucuk revolver, senjata angin satu pucuk, puluhan amunisi berbagai kaliber, laptop,  alat komunikasi (HP), printer dan bendera bintang kejora," ujar Kolonel Aidi.

Mantan Waasintel Kodam XVII/Cenderawasih ini mengakui korban tewas belum dapat diidentifikasi karena lokasi markas yang letaknya cukup jauh dari perkampungan warga.

"Goliat Tabuni beserta anggota KKSB lainnya melarikan diri meninggalkan markasnya, dan anggota Satgas Gakkum masih bertahan di markas itu," ujar Kol Inf Aidi.

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024