El Paso (ANTARA) - Seorang pria yang bersenjatakan senapan menewaskan 20 orang di sebuah Toko Walmart di El Paso, Texas, pada Sabtu (3/8).
Pelaku juga melukai lebih dari dua lusin pengunjung sebelum ditangkap, kata pihak berwenang. Penembakan massal terbaru di AS itu membuat para pembeli yang panik melarikan diri dari lokasi kejadian.
Banyak dari mereka yang berada di toko yang sibuk itu untuk membeli kembali persediaan anak sekolah saat mereka terperangkap dalam peristiwa tersebut, yang terjadi hanya enam hari setelah seorang remaja bersenjata menewaskan tiga orang di sebuah festival makanan di California Utara.
"Pada hari yang seharusnya merupakan hari normal bagi seseorang untuk berbelanja dengan santai, suasana berubah menjadi salah satu hari paling mematikan dalam sejarah Texas," kata Gubernur Texas Greg Abbott pada konferensi pers saat mengumumkan jumlah korban tewas.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga orang Meksiko termasuk di antara korban tewas. Enam orang Meksiko terluka. Itu adalah penembakan massal terburuk kedelapan dalam sejarah AS modern, setelah penembakan massal pada 1984 di San Ysidro yang menewaskan 21 orang.
Tersangka diidentifikasi sebagai lelaki kulit putih yang berusia 21 tahun dari Allen, Texas, sebuah kota di daerah Dallas sekitar 1.046Km di timur El Paso.
Saat ditanya oleh CNN tentang laporan adanya postingan daring pelaku yang cukup mengganggu, Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengatakan dia tidak akan terkejut.
"Saya pikir itu dapat membantu menjelaskan mengapa dia melakukannya," kata Paxton. "Mereka masih mewawancarainya."
Kepala polisi El Paso Greg Allen mengatakan pihak berwenang memiliki manifesto dari tersangka yang menunjukkan "ada potensi kejahatan rasial." Pejabat menolak untuk menguraikan dan mengatakan penyelidikan masih berlanjut.
Sumber : Reuters
20 orang tewas dalam penembakan di Walmart Texas
Minggu, 4 Agustus 2019 12:31 WIB
Tentara berjaga setelah penembakan di El Paso
Pewarta : Gusti Nur Cahya Aryani
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden AS sebut penembakan massal El Paso merupakan tindakan pengecut
04 August 2019 12:35 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024
Dirut Akhmad Munir: ANTARA sejalan dengan OANA untuk pemberantasan hoaks
24 October 2023 12:20 WIB, 2023
Dispar Jayapura: KTT ASEAN berdampak pada kemajuan sektor pariwisata daerah
29 August 2023 23:37 WIB, 2023