Staf khusus Presiden RI jamin tidak ada lagi keributan di Papua
Selasa, 20 Agustus 2019 22:46 WIB
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua, Lenis Kogoya yang juga staf khusus Presiden RI bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Jatim, Selasa (20/8/2019) malam. (Abdul Hakim)
Surabaya (ANTARA) - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua yang juga staf khusus Presiden RI, Lenis Kogoya menjamin tidak ada lagi keributan di Papua setelah bertemu dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Jatim, Selasa malam.
"Saya sebagai ketua suku sudah perintahkan jangan ribut lagi di Papua, kita sama-sama dari Timur tidak ada permusuhan," katanya saat bertemu Risma.
Menurut dia, insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang sudah tidak perlu dibahas lagi, melainkan bagaimana saat ini berfikir untuk membangun kebersamaan di Indonesia. "Papua sudah demo kemarin, besok-besok tidak boleh ada demo-demo lagi," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia Presiden RI Joko Widodo sudah mengatakan agar semua pihak bisa menahan emosi dan saling memaafkan. Apalagi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta Wali Kota Malang juga sudah meminta maaf atas kejadian itu.
"Saya dengar ormas juga sudah memaafkan. Terus mau minta memaafkan apa lagi. Papua harus dengar itu dan mahasiswa di asrama tidak perlu takut. Jadikan gubernur dan wali kota sebagai mama," tegasnya.
Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan selama ini hubungannya dengan para mahasiswa Papua cukup baik. Bahkan mereka sering tampil menari di sejumlah acara Pemkot Surabaya.
"Sebetulnya adik-adik ini tidak ada masalah, makanya saya tidak tahu detail satu persatunya yang kemarin ada masalah yang mana. Tapi yang lain saya sering ketemu. Selama ini kalau saya ada tamu dari Papua, mereka saya undang," terangnya.
Risma mengakui bahwa memang beberapa kali sering ada kejadian di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan itu. "Saya berusaha mendekat, tapi mereka tidak mau. Mungkin nanti melalui pak Lenis," tambahnya.
Diketahui dalam pertemuan tersebut, Risma menghadirkan sejumlah warga Papua yang menjadi pejabat setingkat kepala dinas dan camat di Pemkot Surabaya. Selain itu, Risma juga menghadirkan puluhan mahasiswa dari Papua yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Pemkot Surabaya.
"Saya sebagai ketua suku sudah perintahkan jangan ribut lagi di Papua, kita sama-sama dari Timur tidak ada permusuhan," katanya saat bertemu Risma.
Menurut dia, insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang sudah tidak perlu dibahas lagi, melainkan bagaimana saat ini berfikir untuk membangun kebersamaan di Indonesia. "Papua sudah demo kemarin, besok-besok tidak boleh ada demo-demo lagi," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia Presiden RI Joko Widodo sudah mengatakan agar semua pihak bisa menahan emosi dan saling memaafkan. Apalagi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta Wali Kota Malang juga sudah meminta maaf atas kejadian itu.
"Saya dengar ormas juga sudah memaafkan. Terus mau minta memaafkan apa lagi. Papua harus dengar itu dan mahasiswa di asrama tidak perlu takut. Jadikan gubernur dan wali kota sebagai mama," tegasnya.
Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan selama ini hubungannya dengan para mahasiswa Papua cukup baik. Bahkan mereka sering tampil menari di sejumlah acara Pemkot Surabaya.
"Sebetulnya adik-adik ini tidak ada masalah, makanya saya tidak tahu detail satu persatunya yang kemarin ada masalah yang mana. Tapi yang lain saya sering ketemu. Selama ini kalau saya ada tamu dari Papua, mereka saya undang," terangnya.
Risma mengakui bahwa memang beberapa kali sering ada kejadian di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan itu. "Saya berusaha mendekat, tapi mereka tidak mau. Mungkin nanti melalui pak Lenis," tambahnya.
Diketahui dalam pertemuan tersebut, Risma menghadirkan sejumlah warga Papua yang menjadi pejabat setingkat kepala dinas dan camat di Pemkot Surabaya. Selain itu, Risma juga menghadirkan puluhan mahasiswa dari Papua yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Pemkot Surabaya.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua Pegunungan dorong honai informasi optimalkan layanan ke masyarakat
18 April 2026 11:00 WIB
Satgas Damai Cartenz tangkap KKB Jayainus Pogau jaringan Aibon Kogoya di Nabire
07 November 2025 16:15 WIB
Kapolres Intan Jaya: Pimpinan KKB Undius Kogoya dilaporkan meninggal di Wandai
23 October 2025 9:05 WIB
KKB pimpinan Aibon Kogoya tembaki kendaraan akibatkan satu penumpang tewas
17 October 2025 23:23 WIB
Kaops Damai Cartenz: Tim gabungan kejar KKB pimpinan Aibon Kogoya di Nabire
17 October 2025 23:20 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB