Asmat dukung pembentukan daerah otonom Papua Selatan
Rabu, 20 November 2019 17:49 WIB
Bupati Asmat Elisa Kambu, Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, Sekda Bartholomeus Bokoropces bersama sejumlah unsur pimpinan daerah dan lembaga masyarakat adat Kabupaten Asmat, Papua di Agats, Selasa (19/11) memberikan dukungan kepada pemerintah pusat untuk membentuk daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan (ANTARA News Papua/HO/Emanuel Riberu)
Asmat (ANTARA) - Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua Selatan (PPS) oleh pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Asmat Elisa Kambu usai melakukan pertemuan dengan unsur pimpinan daerah, lembaga masyarakat adat dan tokoh masyarakat di Agats, Selasa (19/11).
Rapat dalam rangka mendukung aspirasi pemekaran PPS itu dihadiri Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, Sekda Bartholomeus Bokoropces, Wakil Ketua sementara DPRD Silvester Biakai bersama sejumlah anggota dewan, para kepala instansi daerah dan unsur TNI-Polri.
“Kita bergabung dengan Merauke, Mappi, Boven Digul dan Pegunungan Bintang untuk memberikan dukungan kepada pusat dalam memekarkan PPS” kata Bupati Asmat Elisa Kambu.
Elisa mengatakan, pemerintah setempat akan membentuk tim aspirasi pemekaran provinsi Papua Selatan yang diketuai Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo. Tim itu akan menghadiri pertemuan dengan utusan dari empat kabupaten lain di Merauke pada 27 November 2019.
“Pemkab Asmat akan utus tim ke Merauke untuk mengikuti pertemuan terkait aspirasi pemekaran Papua Selatan dengan Merauke, Boven, Mappi dan Pegubin,” ujarnya.
Orang nomor satu di Asmat itu menjelaskan bahwa dukungan terhadap pembentukan provinsi Papua Selatan semata-mata untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperpendek rentang pelayanan.
“Tidak ada kepentingan-kepentingan yang lain. Tujuannya hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan dan pelayanan pemerintahan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo menyatakan kesiapannya menjadi ketua tim aspirasi pemekaran provinsi Papua Selatan dari Kabupaten Asmat.
Thomas mengatakan pemerintah setempat perlu menyiapkan dokumen-dokumen pendukung terkait aspirasi itu, seperti persetujuan bupati atau pemerintah daerah untuk bergabung dengan wilayah pemekaran, surat persetujuan dari DPRD dan masyarakat adat.
“Selain dokumen terdahulu, kita juga perlu menyiapkan dokumen pendukung. Termasuk juga perlu kesepakatan bersama di Merauke terkait penentuan ibu kota provinsi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemekaran Provinsi Papua Selatan sudah lama didambakan oleh masyarakat di wilayah selatan Papua, yang mana mengharapkan pelayanan dan pembangunan bisa menjadi lebih optimal.
“Memang ada pro kontra, tapi aspirasi dari arus bawah cukup kencang untuk pemekaran. Apalagi sekarang sudah mendapat titik terang dari pusat,” ujarnya.
Dari tempat yang sama, Sekda Asmat Bartholomeus Bokoropces mengajak seluruh elemen masyarakat di kabupaten itu untuk komitmen mendukung pemekaran provinsi Papua Selatan.
“Karena kita semua sudah mendukung, maka kita harus tetap konsisten. Sebagai anak Asmat, anak-anak selatan, kita harus siap fight demi pemekaran PPS, ini kepentingan bersama,” kata Barthol. (*/adv)
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Asmat Elisa Kambu usai melakukan pertemuan dengan unsur pimpinan daerah, lembaga masyarakat adat dan tokoh masyarakat di Agats, Selasa (19/11).
Rapat dalam rangka mendukung aspirasi pemekaran PPS itu dihadiri Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, Sekda Bartholomeus Bokoropces, Wakil Ketua sementara DPRD Silvester Biakai bersama sejumlah anggota dewan, para kepala instansi daerah dan unsur TNI-Polri.
“Kita bergabung dengan Merauke, Mappi, Boven Digul dan Pegunungan Bintang untuk memberikan dukungan kepada pusat dalam memekarkan PPS” kata Bupati Asmat Elisa Kambu.
Elisa mengatakan, pemerintah setempat akan membentuk tim aspirasi pemekaran provinsi Papua Selatan yang diketuai Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo. Tim itu akan menghadiri pertemuan dengan utusan dari empat kabupaten lain di Merauke pada 27 November 2019.
“Pemkab Asmat akan utus tim ke Merauke untuk mengikuti pertemuan terkait aspirasi pemekaran Papua Selatan dengan Merauke, Boven, Mappi dan Pegubin,” ujarnya.
Orang nomor satu di Asmat itu menjelaskan bahwa dukungan terhadap pembentukan provinsi Papua Selatan semata-mata untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperpendek rentang pelayanan.
“Tidak ada kepentingan-kepentingan yang lain. Tujuannya hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan dan pelayanan pemerintahan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo menyatakan kesiapannya menjadi ketua tim aspirasi pemekaran provinsi Papua Selatan dari Kabupaten Asmat.
Thomas mengatakan pemerintah setempat perlu menyiapkan dokumen-dokumen pendukung terkait aspirasi itu, seperti persetujuan bupati atau pemerintah daerah untuk bergabung dengan wilayah pemekaran, surat persetujuan dari DPRD dan masyarakat adat.
“Selain dokumen terdahulu, kita juga perlu menyiapkan dokumen pendukung. Termasuk juga perlu kesepakatan bersama di Merauke terkait penentuan ibu kota provinsi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemekaran Provinsi Papua Selatan sudah lama didambakan oleh masyarakat di wilayah selatan Papua, yang mana mengharapkan pelayanan dan pembangunan bisa menjadi lebih optimal.
“Memang ada pro kontra, tapi aspirasi dari arus bawah cukup kencang untuk pemekaran. Apalagi sekarang sudah mendapat titik terang dari pusat,” ujarnya.
Dari tempat yang sama, Sekda Asmat Bartholomeus Bokoropces mengajak seluruh elemen masyarakat di kabupaten itu untuk komitmen mendukung pemekaran provinsi Papua Selatan.
“Karena kita semua sudah mendukung, maka kita harus tetap konsisten. Sebagai anak Asmat, anak-anak selatan, kita harus siap fight demi pemekaran PPS, ini kepentingan bersama,” kata Barthol. (*/adv)
Pewarta : Emanuel Riberu
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel terapkan registrasi berbasis biometrika wajah dukung program Semantik Kemkomdigi
22 February 2026 8:37 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Kemendagri pastikan lelang pembangunan KIPP Papua Pegunungan dilaksanakan Juni 2026
08 March 2026 10:28 WIB
Gubernur Fakhiri sebut RPJMD 2025--2029 jadi pijakan transformasi pembangunan Papua
06 March 2026 8:17 WIB
Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Papua gandeng Polri amankan lapas di Bumi Cenderawasih
04 March 2026 18:37 WIB
Gubernur Papua Selatan minta ASN berada di garis depan guna menjaga toleransi
27 February 2026 6:28 WIB