Kasus virus corona terus naik, Singapura pun tutup sekolah dan tempat kerja
Sabtu, 4 April 2020 10:20 WIB
Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong menghadiri upacara pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.
Singapura (ANTARA) - Pemerintah Singapura akan menutup sekolah dan sebagian besar tempat kerja selama sebulan sebagai bagian dari langkah yang lebih ketat untuk mencegah lonjakan infeksi virus corona baru-baru ini, katanya pada Jumat.
Pengumuman tersebut memicu masyarakat untuk memburu kebutuhan pokok.
Singapura mendapat pujian internasional atas perjuangannya selama dua bulan melawan virus, yang menginfeksi lebih dari 1 juta orang secara global, menghindari langkah karantina wilayah yang hampir dilakukan di seluruh dunia.
Namun otoritas mengatakan rekor lonjakan infeksi baru pekan ini, yang membuat total menjadi 1.114 kasus, menunjukkan perlunya prosedur yang lebih tegas.
Para ahli menyebutkan pengabaian dalam pencegahan virus yang menuai pujian menggarisbawahi tantangan untuk mengekang pandemi seluruh dunia.
"Kami telah memutuskan bahwa alih-alih melakukan pengetatan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang, kini kami akan mengambil langkah tegas guna mencegah peningkatan infeksi " kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melalui pidatonya.
Terlihat antrian panjang di depan toko-toko di seluruh wilayah dan warga memborong barang belanjaan meski pihak berwenang mengatakan pusat perbelanjaan akan tetap beroperasi.
"Saya bergegas ke sini sejam yang lalu karena kawan saya mengirim pesan tentang karantina wilayah. Bahkan sekarang di toko ini, sejumlah rak sudah kosong," kata Kim Melissa (57), menambahkan bahwa ia juga baru saja kehilangan pekerjaannya di restoran.
"Jika tidak ada pekerjaan dan juga makanan...itu menyedihkan sekali."
Perdana Menteri mengatakan pemerintah pekan depan akan mengumumkan bantuan lebih bagi rumah tangga dan usaha.
Sumber: Reuters
Pengumuman tersebut memicu masyarakat untuk memburu kebutuhan pokok.
Singapura mendapat pujian internasional atas perjuangannya selama dua bulan melawan virus, yang menginfeksi lebih dari 1 juta orang secara global, menghindari langkah karantina wilayah yang hampir dilakukan di seluruh dunia.
Namun otoritas mengatakan rekor lonjakan infeksi baru pekan ini, yang membuat total menjadi 1.114 kasus, menunjukkan perlunya prosedur yang lebih tegas.
Para ahli menyebutkan pengabaian dalam pencegahan virus yang menuai pujian menggarisbawahi tantangan untuk mengekang pandemi seluruh dunia.
"Kami telah memutuskan bahwa alih-alih melakukan pengetatan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang, kini kami akan mengambil langkah tegas guna mencegah peningkatan infeksi " kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melalui pidatonya.
Terlihat antrian panjang di depan toko-toko di seluruh wilayah dan warga memborong barang belanjaan meski pihak berwenang mengatakan pusat perbelanjaan akan tetap beroperasi.
"Saya bergegas ke sini sejam yang lalu karena kawan saya mengirim pesan tentang karantina wilayah. Bahkan sekarang di toko ini, sejumlah rak sudah kosong," kata Kim Melissa (57), menambahkan bahwa ia juga baru saja kehilangan pekerjaannya di restoran.
"Jika tidak ada pekerjaan dan juga makanan...itu menyedihkan sekali."
Perdana Menteri mengatakan pemerintah pekan depan akan mengumumkan bantuan lebih bagi rumah tangga dan usaha.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia-Singapura sepakat keselamatan rakyat Myanmar menjadi utama
25 January 2022 18:42 WIB, 2022
Kabar penyogokan pebulutangkis Taufik Hidayat tuai reaksi Lee Chong Wei
26 August 2021 9:15 WIB, 2021
Eks asisten pelatih Shin Tae-yong layangkan pujian pada pemain Indonesia
21 August 2021 3:55 WIB, 2021
Asisten Shin Tae-yong soroti kurangnya komunikasi dalam program timnas Indonesia
01 February 2021 16:00 WIB, 2021
Striker Korea Selatan Lee Dong-gook bakal pensiun di akhir musim ini
26 October 2020 15:28 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024