
Pemprov dan Kedubes Kanada perkuat kolaborasi perlindungan anak di Papua

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Kanada memperkuat kolaborasi dalam program perlindungan anak dan perempuan serta pencegahan kekerasan seksual di Bumi Cenderawasih.
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai di Jayapura, Rabu, mengatakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kanada merupakan hal yang baik karena memiliki peran strategis dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak di wilayah Papua.
"Pada Selasa (10/2) Pemprov Papua mendapatkan kunjungan kerja dari Kedubes Kanada dalam pertemuan tersebut kami membahas terkait program lanjutan terkait perlindungan anak dan perempuan," katanya.
Menurut Suzana, dalam menjalankan program tersebut pemerintah tidak bisa sendiri oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama dari pihak lainnya.
"Dukungan yang kami dapatkan tidak hanya berupa pendanaan program, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan lembaga pendamping, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Dia menjelaskan oleh sebab itu kolaborasi tersebut sangat membantu pemerintah daerah menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi korban kekerasan sekaligus mendorong terbentuknya sistem perlindungan sosial yang lebih terstruktur di Papua.
Sementara itu, Second Secretary Political and Public Affairs, Foreign Policy and Diplomacy Services (FPDS), Embassy of Canada to Indonesia & Timor-Leste, Arielle Sobhani mengatakan pertemuan dengan Pemprov Papua menjadi bagian dari pemantauan sekaligus pembahasan kelanjutan kerja sama yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.
"Oleh sebab itu kunjungan ini bertujuan meninjau capaian program yang didanai Pemerintah Kanada serta membuka peluang penguatan kerja sama ke depan bersama Pemprov Papua dan mitra lokal," katanya.
Menurut Arielle, fokus utama kerja sama meliputi perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, serta peningkatan kapasitas lembaga dan komunitas dalam memberikan pendampingan korban.
"Selain itu kami juga mendorong pengembangan kolaborasi di sektor kesehatan, khususnya pelatihan tenaga kesehatan untuk mendukung layanan yang lebih inklusif," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
