Jakarta (ANTARA) - Pendiri dan Direktur Produk dan Kerja Sama Ruangguru, Iman Usman, mengatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) diharapkan bisa mendorong pengalaman belajar secara digital.

Iman, melalui konferensi pers daring, Rabu, menambahkan, teknologi ini juga diprediksi akan menjadi salah satu tren di dunia pendidikan di tahun 2021 ini.

"Tren AI akan menjadi topik penting, dan kita di Ruangguru sudah mulai menerapkan AI dalam berbagai produk dan layanan Ruangguru. Misalnya dari pengguna setelah mengakses konten (di aplikasi), nanti juga diarahkan ke smart recommendation," kata Iman.

Selain digunakan untuk mempelajari algoritma preferensi pengguna secara cerdas dengan adanya rekomendasi, Iman mengatakan bahwa pihaknya juga tengah mengimplementasikan AI di sebuah sistem bertajuk Roboguru.

Ketika pengguna menemukan pertanyaan yang dirasa sulit, pengguna dapat mengambil gambar dari soal lewat foto lalu mengunggah ke fitur yang disiapkan.

Iman melanjutkan, nantinya Roboguru akan menyediakan jawaban dan penjelasan cara menyelesaikan masalah tersebut.

"Penggunaan AI lainnya adalah membuat sistem Roboguru, yang bisa membantu anak menyelesaikan masalah sulit ketika belajar. Siswa foto soal dan upload, nanti akan ada konsep jawabannya seperti apa untuk membantu mereka belajar," imbuhnya.

Selain membantu dalam proses belajar di sekolah, Iman mengatakan pihaknya juga menyiapkan sebuah sistem bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya, untuk dipersiapkan terjun ke dunia kerja.

Ruangguru sendiri telah memiliki fitur RuangKerja dan Skill Academy untuk membantu para fresh graduate ini. "Teknologi di dunia kerja, terlebih ada WFH (work from home), (perlu adanya) peningkatan skill dunia kerja saat ini seperti apa," kata Iman.

Program bimbingan karier juga akan diberikan dengan harapan dapat membantu siswa dan/atau mahasiswa siap masuk ke dunia kerja.

"Di 2021 ini kita akan lakukan (kemitraan, kerja sama) dengan universitas untuk peningkatan dan pendidikan karir agar mereka siap masuk ke dunia kerja," imbuhnya.

Kolaborasi

Selain berfokus pada teknologi di dalam aplikasi dan layanan, Iman mengatakan Ruangguru juga terus memperbaiki faktor luar seperti konektivitas untuk mempermudah akses siswa dengan cepat dan ringan.

"Salah satunya adalah mempermudah barrier akses dan entry. Kami berkolaborasi dengan layanan telekomunikasi, dengan low bandwidth agar datanya tidak perlu besar, dan ringan bila dibandingkan untuk mengakses (aplikasi) lain, dan memungkinkan (materi) bisa di-download," jelas Iman.

"Pandemi ini, learning loss (di Indonesia) semakin tinggi. Semakin besar upayanya, dan tidak bisa bekerja sendiri. Mitra-mitra kami aktif dan peduli bagaimana caranya cakupannya lebih besar dan luas lagi," lanjutnya.

Di sisi lain, kerja sama juga dilakukan bersama pemerintah daerah. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, M.Si mengatakan bahwa sudah banyak siswa dan guru yang telah mengikuti beragam pelatihan, yang diharapkan bisa membantu pengalaman pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi lebih baik.

Bupati Azwar juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki program prioritas di sektor pendidikan. Terdapat program beasiswa untuk siswa yatim dan kurang mampu untuk menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Ia menambahkan, terdapat juga program untuk menempatkan guru-guru baru dan berkualitas di desa-desa terpencil, dengan harapan pemerataan pendidikan di Banyuwangi bisa terlaksana.

"Guru-guru diharapkan bisa menjadi motivator bagi anak-anak di desa. Untuk mendukungnya, sebanyak 200 desa/kelurahan juga sudah dilengkapi fiber optik, sehingga diharapkan (teknologi) terakselerasi," pungkasnya.
 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024