
Dinsos Jayapura sebut penerima manfaat BPJS Kesehatan pada 2026 berkurang

Sentani (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Jayapura, Papua menyebut pada 2026 total penerima manfaat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di daerah itu sebanyak 13.777 jiwa atau berkurang 19.280 jiwa dari tahun sebelumnya sebanyak 33.057 jiwa.
"Jumlah penerima manfaat tahun ini mengalami pengurangan sebanyak 19.280 jiwa dari tahun sebelumnya sebanyak 33.057 jiwa," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Korry Simbolon di Sentani, Rabu.
Menurut Korry, pengurangan jumlah penerima BPJS Kesehatan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Jayapura karena harus disesuaikan dengan kondisi keuangan yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Jayapura.
"Pada 2025 kami menganggarkan Rp16 miliar untuk 33.057 jiwa namun pada 2026 anggaran yang digunakan untuk pembiayaan BPJS Kesehatan sebesar Rp9 miliar atau turun Rp7 miliar sehingga kami hanya bisa menjamin 13.777 jiwa," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya memprioritaskan kepesertaan BPJS Kesehatan tahun ini bagi Orang Asli Papua (OAP) yang secara administratif memiliki identitas kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Jayapura.
"Bagi masyarakat yang kehilangan status sebagai peserta BPJS Kesehatan, kami tetap berkomitmen untuk menjamin hak dasar kesehatan masyarakat," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya telah melaksanakan rapat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari untuk bagaimana melayani masyarakat yang tidak lagi menjadi peserta BPJS Kesehatan agar bisa tetap mendapatkan pelayanan darurat maupun pengobatan rutin secara gratis.
"Kami sepakat bahwa warga yang memiliki KTP Kabupaten Jayapura akan berobat di RSUD Yowari dengan gratis menggunakan dana otonomi khusus (Otsus)," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
