Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan TNI-Polri akan mengungsikan 46 warga yang berada di Beoga, Kabupaten Puncak, setelah terjadinya kasus penembakan yang menewaskan dua guru.
 
"Memang ada rencana mengevakuasi warga yang saat ini mengungsi ke Koramil dan Polsek Beoga, namun belum diketahui pasti kapan dilaksanakan mengingat karena masih dipersiapkan," kata Irjen Pol Fakhiri kepada ANTARA di Jayapura, Senin.
 
Dia mengakui tidak mudah mengevakuasi warga mengingat kondisi alam, dimana lapangan terbang itu berada hanya dapat menggunakan pesawat berbadan kecil.
 
Sementara helikopter milik Polri hanya mampu mengangkut lima orang sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Puncak terkait rencana tersebut.
 
"Selasa (13/4) akan dilakukan pertemuan dengan Bupati Puncak Willem Wandik di Timika, " aku Fakhiria .

Kapolda juga mengungkapkan, dari laporan yang diterima, kondisi di Beoga relatif kondusif namun TNI-Polri tetap bersiaga.
 
Satu pleton Brimob segera dikirim ke Beoga untuk memperkuat personel yang sudah ada, tambah Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri yang mengaku saat ini berada di Timika.

Aksi penembakan yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan dua orang meninggal yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4) dan Yonatan Renden ditembak Jumat (9/4).
 
Sejumlah guru dan tenaga kesehatan saat ini mengungsi ke Koramil Beoga serta rumah-rumahnya yang ada di dekatnya.
 

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024