Jakarta (ANTARA) - Perangkat pintar OPPO Band menyematkan fitur untuk melacak tingkat oksigen dalam darah (SpO2) secara terus menerus, terutama saat tidur. Bahkan perangkat ini akan memberikan catatan durasi tidur dan tahap tidur.

OPPO, melalui keterangannya, Senin, dengan tidur yang lebih nyenyak, maka pengguna akan bangun dengan perasaan baik dan siap menjalani hari.

SpO2, juga dikenal sebagai saturasi oksigen, adalah ukuran jumlah hemoglobin pembawa oksigen dalam darah relatif terhadap jumlah hemoglobin yang tidak membawa oksigen.

Dengan menggunakan OPPO Band, setidaknya pengguna bisa mendeteksi secara dini kadar oksigen dalam darah. Apabila hasil pemantauan SpO2 menunjukkan kadar oksigen rendah maka mungkin saja pengguna mulai terinfeksi virus corona atau mengalami happy hipoxia.

Kadar oksigen rendah merupakan indikator yang relatif terlambat bagi seseorang yang terkena paparan COVID-19, terutama varian Delta.

Diketahui, tingkat saturasi oksigen 95 persen dianggap normal untuk kebanyakan orang sehat. Tingkat oksigen di bawah 92 persen menunjukkan adanya potensi hipoksemia, atau kekurangan oksigen mencapai jaringan dalam tubuh.

Untuk mengaktifkan aktivasi otomatis pemantauan SpO2 berkelanjutan saat kamu tidur, buka aplikasi HeyTap Health di smartphone, buka "Kelola> Lainnya> Latihan dan Kesehatan", dan aktifkan "Pantau SpO2 selama Tidur"

Selain untuk memantau SpO2, OPPO Band juga bisa untuk memonitor denyut jantung secara real-time.

Jika ada kelainan yang terdeteksi, pemantauan detak jantung sepanjang waktu akan mengingatkan kamu untuk melanjutkan aktivitas dengan hati-hati dengan mengirimkan peringatan getar.

OPPO Band juga bisa untuk memonitor latihan olahraga dengan tersedianya 12 Mode Latihan, bahkan bisa untuk digunakan sambil berenang dan menyelam hingga 50 meter.

Perangkat OPPO Band ini memiliki daya tahan baterai yang cukup lama. Pengguna cukup melakukan sekali pengisian daya maka dapat memberi tenaga hingga 12 hari penggunaan.

Penggunaan perangkat ini juga baik sebagai pendamping oximeter nadi (pulse oximeter), agar pengguna dapat mengetahui seberapa efisien kadar oksigen yang dikirim ke bagian tubuh yang paling jauh dari jantung, seperti kaki dan lengan.

Lebih lanjut, oximeter juga dapat mengetahui seberapa efisien kadar oksigen yang dikirim ke bagian tubuh yang paling jauh dari jantung, seperti kaki dan lengan.
 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024