Jakarta (ANTARA) -
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi mengutuk keras terhadap peristiwa penyerangan puskesmas oleh Kelompok Teroris Bersenjata di wilayah Pegunungan Bintang, Papua, yang menewaskan satu korban jiwa tenaga kesehatan yang bernama Gabriela Meilan.
 
"Duka mendalam saya haturkan kepada tenaga kesehatan yang gugur dalam menjalankan tugasnya yang mulia," kata Andi Rio dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu.
 
Menurut dia, kepolisian bersama TNI harus dapat memastikan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta tenaga kesehatan dan pihak lainnya yang bertugas di Papua.
 
Dia juga meminta aparat kepolisian dan TNI untuk dapat segera menangkap dan menumpas kelompok teroris bersenjata di papua dengan bertindak secara cepat dan tepat dengan mengutamakan keselamatan jiwa para personel.
 
"Jangan sampai peristiwa ini menjadi deretan peristiwa yang menakutkan bagi masyarakat Papua," ujarnya.
 
 
Polri dan TNI, tambah Andi Rio, harus terus menambah personel ke Papua untuk memperkuat pasukan yang sedang bertugas serta menjaga titik central serta objek vital di papua, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas keseharian.
 
Andi Rio pun mendorong pemerintah pusat untuk dapat segera membuat tim khusus dalam upaya menyelesaikan kelompok teroris bersenjata yang terjadi di Papua, sehingga peristiwa ini tidak berkepanjangan dan menambah daftar korban jiwa yang terus berjatuhan.
 
"Semua pihak pasti mengharapkan Papua dapat segera aman dan damai serta tidak ada lagi korban yang berguguran akibat ulah kelompok teroris bersenjata di tanah Papua, terlebih Papua akan menyelenggarakan PON," ucap Andi Rio.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024