Bursa saham Inggris berbalik menguat, Indeks FTSE 100 terkerek 0,05 persen
Selasa, 16 November 2021 4:13 WIB
Ilustrasi: Pialang sedang memantau pergerakan indeks saham di Bursa Efek London, Inggris (ANTARA/REUTERS)
London (ANTARA) - Saham-saham Inggris ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (15/11/2021), berbalik menguat dari kerugian akhir pekan lalu dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkerek 0,05 persen atau 3,95 poin, menjadi menetap di 7.351,86 poin.
Indeks FTSE 100 merosot 0,49 persen atau 36,27 poin menjadi 7.347,91 poin pada Jumat (12/11/2021), setelah menguat 0,60 persen atau 44,03 poin menjadi 7.384,18 poin pada Kamis (11/11/2021), dan meningkat 0,91 persen atau 66,11 poin menjadi 7.340,15 poin pada Rabu (10/11/2021).
Avast, sebuah perusahaan keamanan siber terkemuka Inggris, melonjak 7,05 persen, merupakan pencetak keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham kelompok perusahaan penyelenggara perdagangan saham, sekuritas dan informasi keuangan London Stock Exchange Group yang tedongkrak 3,29 persen, serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan internasional Inggris Standard Chartered bertambah 2,79 persen.
Sementara itu, Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya kehilangan 2,80 persen.
Disusul Evraz, perusahaan pembuat baja dan pertambangan multinasional terintegrasi secara vertikal yang merosot 2,71 persen, serta perusahaan jaringan pengecer diskon barang dagangan umum Inggris B&M European Value Retail melemah 2,40 persen.
Indeks FTSE 100 merosot 0,49 persen atau 36,27 poin menjadi 7.347,91 poin pada Jumat (12/11/2021), setelah menguat 0,60 persen atau 44,03 poin menjadi 7.384,18 poin pada Kamis (11/11/2021), dan meningkat 0,91 persen atau 66,11 poin menjadi 7.340,15 poin pada Rabu (10/11/2021).
Avast, sebuah perusahaan keamanan siber terkemuka Inggris, melonjak 7,05 persen, merupakan pencetak keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham kelompok perusahaan penyelenggara perdagangan saham, sekuritas dan informasi keuangan London Stock Exchange Group yang tedongkrak 3,29 persen, serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan internasional Inggris Standard Chartered bertambah 2,79 persen.
Sementara itu, Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya kehilangan 2,80 persen.
Disusul Evraz, perusahaan pembuat baja dan pertambangan multinasional terintegrasi secara vertikal yang merosot 2,71 persen, serta perusahaan jaringan pengecer diskon barang dagangan umum Inggris B&M European Value Retail melemah 2,40 persen.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel-Kedutaan Besar Inggris akselerasikan pengembangan talenta digital lokal
21 February 2025 14:31 WIB
Lima kampung Inggris di Supiori membuka peluang kerja pemandu wisata
19 November 2022 16:06 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Diskop Papua Pegunungan sebut Kopdes Merah Putih bawa manfaat besar bagi OAP
25 January 2026 8:06 WIB
Dinas Pertanian catat luas lahan tanaman bawang merah di Papua 102,14 hektare
25 January 2026 8:03 WIB