Turki temukan benda mirip ranjau terapung di Laut Hitam
Sabtu, 26 Maret 2022 21:21 WIB
Arsip - Sebuah kapal tanker minyak melewati Bosphorus ke Laut Hitam di Istanbul, Turki, 20 Juli 2012. (ANTARA/Reuters/Osman Orsal/as)
Istanbul (ANTARA) - Otoritas Turki memperingatkan kapal-kapal supaya menjauh saat tim penyelam memeriksa "benda mirip ranjau" yang ditemukan mengambang di utara Istanbul dekat Laut Hitam.
Beberapa hari sebelumnya Rusia telah mewanti-wanti bahwa beberapa ranjau hanyut dari pelabuhan Ukraina.
Tim tersebut mengamankan benda itu dan menjinakkannya, kata kementerian pertahanan Turki di Twitter.
Sejumlah nelayan mulanya melihat benda itu di dekat area dok di selat Bosphorus bagian atas yang dilalui Laut Hitam. Mereka lantas melaporkan temuan itu ke petugas Patroli Pantai, kata Ditjen Keamanan Pesisir kepada Reuters.
Juru bicara ditjen membenarkan sebuah laporan di surat kabar Milliyet bahwa otoritas mengeluarkan pemberitahuan lewat radio kepada kapal-kapal bahwa benda tersebut "berbentuk seperti bola dengan tonjolan seperti tanduk", dan "bisa jadi sebuah ranjau."
Turki berbagi Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina, di mana Moskow meluncurkan invasinya bulan lalu.
Badan intelijen utama Rusia pada Senin mengatakan bahwa beberapa ranjau hanyut ke laut setelah terlepas dari kabel dekat pelabuhan Ukraina, klaim yang dibantah oleh Kiev.
Otoritas Ukraina menyebut insiden itu sebagai disinformasi dan upaya untuk menutup wilayah perairan.
Laut Hitam merupakan jalur pengiriman utama untuk gandum, minyak dan produk minyak.
Sumber: Reuters
Beberapa hari sebelumnya Rusia telah mewanti-wanti bahwa beberapa ranjau hanyut dari pelabuhan Ukraina.
Tim tersebut mengamankan benda itu dan menjinakkannya, kata kementerian pertahanan Turki di Twitter.
Sejumlah nelayan mulanya melihat benda itu di dekat area dok di selat Bosphorus bagian atas yang dilalui Laut Hitam. Mereka lantas melaporkan temuan itu ke petugas Patroli Pantai, kata Ditjen Keamanan Pesisir kepada Reuters.
Juru bicara ditjen membenarkan sebuah laporan di surat kabar Milliyet bahwa otoritas mengeluarkan pemberitahuan lewat radio kepada kapal-kapal bahwa benda tersebut "berbentuk seperti bola dengan tonjolan seperti tanduk", dan "bisa jadi sebuah ranjau."
Turki berbagi Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina, di mana Moskow meluncurkan invasinya bulan lalu.
Badan intelijen utama Rusia pada Senin mengatakan bahwa beberapa ranjau hanyut ke laut setelah terlepas dari kabel dekat pelabuhan Ukraina, klaim yang dibantah oleh Kiev.
Otoritas Ukraina menyebut insiden itu sebagai disinformasi dan upaya untuk menutup wilayah perairan.
Laut Hitam merupakan jalur pengiriman utama untuk gandum, minyak dan produk minyak.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Adat minta BRIN kaji kembali pemindahan benda arkeolog Papua
17 September 2024 14:00 WIB, 2024
Lima karya budaya Biak mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda
30 December 2023 12:16 WIB, 2023
Mahasiswa UMM buat radar pelacak benda untuk keamanan laut di Indonesia
23 July 2021 15:46 WIB, 2021
Penyidik Bareskrim Polri dampingi Komnas HAM periksa benda temuan Komnas
30 December 2020 15:57 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024