Jakarta (ANTARA) - Kegagalan para atlet sejumlah cabang olahraga andalan Indonesia untuk memetik hasil maksimal dari sejumlah pertandingan yang memperebutkan medali pada hari ketujuh setelah pembukaan secara resmi SEA Games 2021 di Vietnam menambah murung wajah kontingen Merah Putih.

Di Hanoi National Sports Complex, Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, sprinter Lalu Muhammad Zohri gagal meraih medali apa pun dari nomor spesialisasinya 100 meter putra.

Zohri finis di urutan keempat dengan catatan waktu 10,59 detik, berada di belakang dua pelari Thailand yang berada di posisi pertama dan kedua Puripol Boonson dengan 10,44 detik dan Soraoat Dapbang dengan 10,56 detik, juga pelari Singapura Marc Brian Louis yang finis di posisi ketiga.

Catatan waktu terbaik pelari asal NTB ini masih berada pada angka 10,03 detik yang ditorehkannya dalam seri Golden Grand Prix Osaka 2019 di Jepang yang sekaligus mengantarkan dia ke Olimpiade Tokyo.

Masih dari cabang yang sama di tempat yang sama pula, Valentin Longteng juga gagal menempati tiga posisi teratas pada nomor 100 meter putri. Dengan kegagalan tersebut, hingga saat ini cabang olahraga atletik SEA Games Vietnam total hanya mampu mempersembahkan satu emas, tiga perak dan empat perunggu.

Berikutnya dari arena anggar di Hanoi Indoor Games Gymnasium, Hanoi, Vietnam, tim Merah Putih yang diperkuat oleh Diah Permata Sari, Ima Sapitri, Gebhy Novitha dan Elvalanda Cantika Putri kandas oleh Thailand pada babak 8 besar nomor sabre beregu putri dengan skor 41-45.

Indonesia hanya mengirimkan empat orang atlet anggar untuk bertanding hanya di dua nomor, yakni sabre perorangan putri (dua orang) dan beregu putri (empat orang). Pada SEA Games kali ini, cabang tersebut ditargetkan meraih satu medali emas karena memiliki rekam jejak meraih medali perak pada ajang sebelumnya di Filipina tahun 2019.

Catatan pilu juga ditorehkan dari cabang olahraga andalan bulu tangkis setelah tim putri gagal revans atas kekalahan mereka di final SEA Games 2019 Filipina ketika skuad Merah Putih juga kalah 1-3 dari Thailand.

Hari ini saat final di Bac Giang Gymnasium, Bac Giang, Vietnam, tim putri Indonesia takluk oleh sang juara bertahan dengan skor 3-0 dan harus puas mengantongi medali perak.

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Negeri Gajah Putih yang selalu meraih medali emas dalam empat edisi SEA Games berturut-turut. Indonesia terakhir kali mengantongi medali emas beregu putri pada SEA Games 2007 di Thailand.

Sementara sebelumnya di nomor beregu putra, Indonesia untuk pertama kalinya hanya mampu meraih medali perunggu beregu putra SEA Games, memutus dominasi Merah Putih yang selalu merebut emas sejak SEA Games 2007 di Thailand.

Sama-sama ditaklukkan Thailand 2-3, rekor tim bulu tangkis Indonesia dalam enam edisi SEA Games berturut-turut harus terhenti di Vietnam.

Perolehan perunggu itu juga menjadi yang pertama kali sejak bulu tangkis Indonesia berpartisipasi pada kejuaraan kawasan tersebut 1977 silam.

Beralih ke cabang olahraga golf. Tim golf beregu putra harus puas membawa pulang medali perunggu usai mengalahkan Singapura 2-1 pada perebutan posisi ketiga di Heron Lake Golf Course, Vinh Phuc. Medali emas diraih Malaysia yang pada final mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.

Secara keseluruhan, tim golf Indonesia membawa pulang satu perak dan perunggu. Sebelumnya, Amadeus Susanto Christian membawa pulang perak pada nomor perorangan putra.

Sebersit senyum

Di antara sejumlah kegagalan tersebut, masih ada sebersit senyuman setelah sejumlah cabang olahraga berhasil mendulang emas demi menambah pundi-pundi medali kontingen Merah Putih.

Tim karate Indonesia yang bertanding di Pusat Olahraga Provinsi Ninh Binh, Vietnam menyumbangkan dua medali emas melalui karateka andalannya Ahmad Zigi Zaresta Yuda pada nomor kata perorangan dan Ari Saputra pada nomor kumite 60kg.

Ari Saputra menjadi penyumbang medali emas kedua Indonesia di cabang olahraga karate mengalahkan wakil tuan tuan rumah Vietnam, Van Hien Vo. Sementara Ahmad Zigi Zaresta yang turun pada nomor individu kata putra berhasil menyumbangkan emas kedua bagi cabang olahraga karate.

Selain meraih dua emas, tim karate Indonesia pada hari pertama pertandingan SEA Games Vietnam ini juga meraih dua medali perak atas nama Devina Dea (kumite 62kg) dan Tebing Hutapea (kumite 67kg), dan dua perunggu dari Sharon Ririheha (kumite 50kg) dan Krisda Putri Aprilia (kata perorangan putri).

Pada SEA Games kali ini, Indonesia menargetkan tiga medali emas untuk cabang olahraga karate. Sementara capaian pada SEA Games 2019 di Filipina, karate Indonesia finis di posisi keempat klasemen perolehan medali dengan dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Beralih ke cabang olahraga taekwondo. Indonesia mengantongi emas pertama dalam SEA Games 2021 Vietnam berkat kemenangan Muhammad Bassam Raihan dalam pertandingan final di Tay Ho Gymnasium, Hanoi, Vietnam. Bertanding pada nomor kyorugi (tarung) kelas under 63kg putra, Bassam menang telak 14-3 dari atlet tuan rumah Vietnam Quang Tien Ngo.

Sementara pada perlombaan kelas lain yang juga digelar hari ini, Indonesia hanya sanggup membawa pulang tiga perunggu, yang masing-masing diraih oleh Osnando Naufal Khairudin (U74kg), Mariska Halinda (U57kg), dan Megawati Tamesti Maheswari (U53kg).

Sejauh ini tim taekwondo Indonesia sudah meraih satu emas, satu perak, delapan perunggu dari target dua medali emas pada SEA Games Vietnam.

Berikutnya cabang olahraga panahan sukses menyapu bersih empat medali emas di Hanoi Sports Training and Competition Center, Vietnam, Rabu.

Emas pertama diraih Indonesia pada nomor recurve beregu putra dengan wakil, yakni Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Bagas Alvyanto Prastyadi. Di nomor tersebut, tim Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah dengan skor 6-2.

Medali emas kedua diraih atlet debutan panahan Rezza Octavia yang berpasangan dengan Riau Ega Agatha di nomor recurve beregu campuran mengalahkan Malaysia.

Pada nomor recurve perorangan putri, Rezza kembali mempersembahkan medali emas dengan mengalahkan wakil dari Thailand. Sedangkan medali emas terakhir diraih oleh Arif Dwi Pangestu di nomor recurve perorangan putra mengalahkan seniornya, Riau Ega Agatha.

Dengan hasil tersebut, panahan Indonesia sejauh ini sudah mengoleksi empat medali emas dan satu perak di ajang SEA Games.

Selanjutnya dari arena menembak di Hanoi National Sport Training Center, Hanoi, Vietnam, petembak Fathur Gustafian dan Citra Dewi Resti menambah pundi-pundi emas setelah memenangi nomor 10 M Air Rifle Mixed Team. Fathur-Citra mengalahkan tim Singapura Tan Fernel Qian Ni dan Gia Tianrui dengan skor 16-10.

Dengan emas yang diraih Fathur-Dewi di nomor 10 M Air Rifle Mixed Team, Tim Menembak Indonesia saat ini telah mengumpulkan empat medali emas, satu perak, dan satu perunggu di SEA Games 2021.

Sementara itu dari empat emas yang diperebutkan hari ini dari cabang olahraga dayung di Hai Phong Rowing and Canoeing Training Center, Hai Phong, Vietnam, tim Indonesia hanya mampu merebut satu medali emas melalui nomor 1000 meter kayak empat putra yang dipersembahkan kuartet Tri Wahyu Buwono, Andri Agus Mulyana, Joko Andriyanto, dan Sutrisno.

Andri Agus Mulayana dkk. melesat jauh untuk finis tercepat dengan catatan waktu 3 menit 15,905 detik, mendahului lawan-lawannya dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Kamboja.

Evaluasi

Atas sejumlah capaian yang ditorehkan atlet-atlet Indonesia ini, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman sepakat perlu ada evaluasi, khususnya untuk cabang-cabang olahraga yang tak memenuhi target medali pada SEA Games Hanoi, Vietnam.

"Ayo kita lakukan evaluasi. Tak perlu mencari kambing hitam. Kita harus bersama-sama mencari solusi untuk bisa memenuhi apa yang diinginkan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)," kata Marciano Norman dalam keterangan tertulis, Rabu.

Dalam DBON itu, kata Marciano Norman, jelas disebutkan sasaran utama pembinaan olahraga Indonesia meraih prestasi di Olimpiade, sedangkan SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara.

Marciano mengakui memang ada beberapa cabang olahraga yang belum memenuhi target medali yang dibebankan. Tetapi, katanya, kegagalan itu bukan untuk dipermasalahkan.

Tak ada waktu kita untuk terus berdebat mengenai kesalahan. Ke depan, katanya, bangsa ini harus mencari formula yang tepat untuk kembali meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Sementara itu, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari juga mengatakan dengan melihat dari skema baru yang diterapkan oleh pemerintah, pihaknya dan KONI serta semua pemangku kepentingan olahraga Indonesia, menyebut SEA Games menjadi ajang evaluasi pembinaan bagi para cabang olahraga.

Jika dulu SEA Games dianggap sebagai target, kalau sekarang hanya sasaran antara saja, sehingga tak boleh puas dengan hasil ini, namun harus menjadi evaluasi untuk multievent setingkat di atasnya.

"Evaluasi ke depannya harus spesifik, apakah cabang itu serius melakukan pembinaan prestasi dan nomor-nomornya spesifik. Di sini banyak cabang yang mengikuti pertandingan dimana hasilnya pun terlihat, sehingga dari situ kita bisa analisa apa yang perlu ditambah dan mana yang perlu dimaksimalkan," demikian Okto.

Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024