Jayapura (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Jayapura menerapkan cara menyebarkan pamflet di lingkungan sekolah guna mencegah terjadinya perundungan.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK 3 Jayapura, Engelbertha Sinaga di Jayapura, Minggu mengakui penyebaran pamflet yang ditempatkan di lokasi yang gampang dibaca para pelajar cukup efektif.
 
Selain itu sekolah juga membuat kebijakan terkait sanksi terhadap pelaku perundungan yang diatur dalam buku tata tertib siswa.
 
Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, aku Angel Sinaga.
 
Dijelaskan, di SMK 3 Jayapura yang berlokasi di jalan raya Abepura, Kota Jayapura yang memiliki tiga orang guru BK berupaya agar dapat tercipta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi pelajar.
 
Salah satu cara menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan dengan menumbuhkan kehidupan pergaulan yang harmonis dan kebersamaan antar peserta didik dengan tenaga pendidik, orang tua serta masyarakat.
 
Sosialisasi pemahaman perundungan di lingkungan sekolah dilaksanakan saat pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa kelas X, dan melaksanakan sosialisasi bagi kelas XI dan XII pada awal tahun ajaran.
 
Bila terjadi perundungan, kami akan melakukan pendampingan terhadap korban dan juga orang tua, jelas Angel Sinaga yang mengaku kasus perundungan di sekolah menurun karena sejak 2020 lebih banyak diterapkan sekolah online.

Ditambahkan, bentuk perundungan yang sering terjadi yaitu memukul, mendorong, mencubit, mengancam, mempermalukan, merendahkan, melihat dengan sinis, menjulurkan jari tengah ataupun meledek postur tubuh (mis : tiang listrik, drum dll).
 
SMK 3 Jayapura saat ini memiliki 1.600 siswa dengan sembilan jurusan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penyebaran pamflet di sekolah turunkan kasus perundungan di Jayapura

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2024