Wamena (ANTARA) - Provinsi Papua Pegunungan mendorong Mal Wamena, Kabupaten Jayawijaya menjadi kantor pelayanan jasa atau mal pelayanan publik (MPP) guna membantu untuk menghidupkan aktivitas ekonomi setempat.
Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix V Wanggai ketika dihubungi dari Wamena, Selasa mengatakan bahwa ingin daerah setempat memiliki kantor pelayanan jasa atau MPP, yakni meningkatkan Mal Wamena bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan tetapi juga ada interaksi pelayanan jasa dari pemerintah.
“Kami lihat Mal Wamena menjadi potensi bagus bagi Pemprov Papua Pegunungan menjadi salah satu alternatif kantor pelayanan jasa,” katanya.
Pihaknya segera berkoordinasi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengenai penggunaan Mal Wamena sebagai kantor pelayanan jasa.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Jayawijaya apakah bentuk kerja sama layanan, atau kah disewa akan dibahas,” ujarnya.
Dia menjelaskan tentang alasan tertarik untuk menjadikan kantor pelayanan jasa di Mal Wamena, yakni guna membantu meningkatkan aktivitas ekonomi di mal tersebut.
“Kami akan gunakan di sini adalah kantor-kantor yang bersentuhan dengan ekonomi dan pelayanan publik. Kantor yang di Mal Wamena di antaranya kependudukan, pelayanan izin satu pintu, dinas UMKM, kehutanan, pekerjaan umum yang bersifat sanitasi, keciptakaryaan dan kebersihan akan diusahakan di sini,” katanya.
Dia menambahkan bahwa ke depan Mal Wamena bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan tetapi akan ditingkatkan fungsinya sebagai MPP sehingga ekonomi Papua Pegunungan akan berpusat di situ.
“Kami berharap ke depan ketika program yang direncanakan ini berjalan maka Mal Wamena menjadi simbol pertumbuhan ekonomi di Papua Pegunungan,” ujarnya.