TSE Group turut melestarikan kuliner khas Papua Selatan
Jumat, 15 September 2023 19:54 WIB
Proses panganan sagu sep dengan di cara diletakkan di atas arang kayu (ANTARA/HO-Dokumen pribadi TSE Group)
Jayapura (ANTARA) - Tunas Sawa Erma (TSE) Group sebagai pelaku industri yang bergerak pada bidang pengelolaan kelapa sawit di Provinsi Papua Selatan turut serta melestarikan kuliner khas Papua salah satunya ialah sagu sep.
Perwakilan dari TSE Group, Sutisna dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan sagu sep merupakan kuliner khas dari Papua Selatan yang memiliki cita rasa gurih.
"Panganan tradisional ini diproses dengan mencampurkan tepung sagu dan kelapa yang diolah menjadi satu dan ditambahkan daging sekaligus rempah-rempah untuk menambah cita rasa," katanya.
Menurut Sutisna, yang unik dari pembuatan kuliner tersebut ialah sagu sep dimasak dengan menyiapkan api untuk membakar batu berukuran sebesar kepalan tangan atau biasa disebut dengan tradisi "bakar batu".
"Selain menggunakan cara dibakar menggunakan batu, sagu sep sendiri dapat dimasak dengan menggunakan arang dari kayu," ujarnya.
Dia menjelaskan untuk cara adonan sagu sep yang sudah terbungkus rapat dengan daun pisang kemudian diletakkan di atas arang kayu kemudian adonan sagu sep secara perlahan akan matang dan siap dikonsumsi.
Dia mengatakan dilihat dari keistimewaan bahan dan cara pembuatan sagu sep patut masuk ke dalam daftar makanan tradisional yang yang harus dilestarikan.
"Untuk itu kami pada Sabtu (26/8) telah melaksanakan kegiatan komunikasi bulanan di Kampung Getentiri, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Sabtu 26 Agustus 2023 sekaligus mengajak mama-mama Papua di daerah itu untuk memasak sagu sep," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal yang berada di Boven Digoel.
Perwakilan dari TSE Group, Sutisna dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan sagu sep merupakan kuliner khas dari Papua Selatan yang memiliki cita rasa gurih.
"Panganan tradisional ini diproses dengan mencampurkan tepung sagu dan kelapa yang diolah menjadi satu dan ditambahkan daging sekaligus rempah-rempah untuk menambah cita rasa," katanya.
Menurut Sutisna, yang unik dari pembuatan kuliner tersebut ialah sagu sep dimasak dengan menyiapkan api untuk membakar batu berukuran sebesar kepalan tangan atau biasa disebut dengan tradisi "bakar batu".
"Selain menggunakan cara dibakar menggunakan batu, sagu sep sendiri dapat dimasak dengan menggunakan arang dari kayu," ujarnya.
Dia menjelaskan untuk cara adonan sagu sep yang sudah terbungkus rapat dengan daun pisang kemudian diletakkan di atas arang kayu kemudian adonan sagu sep secara perlahan akan matang dan siap dikonsumsi.
Dia mengatakan dilihat dari keistimewaan bahan dan cara pembuatan sagu sep patut masuk ke dalam daftar makanan tradisional yang yang harus dilestarikan.
"Untuk itu kami pada Sabtu (26/8) telah melaksanakan kegiatan komunikasi bulanan di Kampung Getentiri, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Sabtu 26 Agustus 2023 sekaligus mengajak mama-mama Papua di daerah itu untuk memasak sagu sep," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal yang berada di Boven Digoel.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Fakhiri jajaki kerja sama dengan pengusaha tekstil majukan UMKM di Papua
16 November 2025 17:28 WIB
TSE Group berkomitmen kurangi emisi gas rumah kaca sebesar 90 persen pada 2025
19 March 2025 14:31 WIB
PLN UP3 Jayapura pastikan sistem kelistrikan aman jelang Pemilu 2024
07 February 2024 22:30 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
SMK Paniai sebut program pendidikan gratis ringankan beban orang tua siswa
04 February 2026 7:44 WIB