Sempat protes, Sofbol Papua raih medali Perak PON XXI
Minggu, 8 September 2024 18:53 WIB
Logo PON XXI Aceh-Sumut.Dokumentasi KONI Papua
Meulaboh (ANTARA) - Tim Sofbol putri Papua meraih medali Perak pada pertandingan babak final PON XXI setelah kalah 4-1 dari Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu.
“Kami kecewa karena pemain lawan (Sultra) sudah lewat batas usia 23 tahun, tapi bisa bermain,” kata Ofisial Sofbol putri Papua Aiyub Woisiri ke wartawan di Aceh Barat.
Menurutnya, apabila PB-PON atau PB Perbasasi tak ambil sikap terkait hal ini, maka pihaknya tak akan terima pengalungan medali, dan menolak tandatangani berita acara pertandingan.
“Sudah jelas, U-23 per 1 September tak boleh main. Yang boleh main usia 22 tahun, tak lebih dari 23 tahun,” kata Aiyub.
Ayub berharap, persoalan ini jadi catatan dan pelajaran semua pihak, khususnya usia pemain diperbolehkan ajang PON.
"Kami bangga karena bisa masuk grand final di PON Aceh-Sumut 2024," ujarnya.
Sudah Ditangani PB-PON
Sementara itu, Humas PB Perbasasi, Andy Lumowa di Meulaboh mengatakan protes dilayangkan ofisial Papua hanya masalah teknis saja dan sudah ditangani PB-PON.
Lumowa mengatakan persoalan protes official Papua hanya kesalahpahaman saja, dan sejauh ini tidak ada kendala berarti.
Ia mengatakan, jika nantinya ada perkembangan terbaru maka PB Perbasasi akan sampaikan ke media.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sofbol Papua sempat tolak medali, Perbasasi: Sudah ditangani PB-PON
“Kami kecewa karena pemain lawan (Sultra) sudah lewat batas usia 23 tahun, tapi bisa bermain,” kata Ofisial Sofbol putri Papua Aiyub Woisiri ke wartawan di Aceh Barat.
Menurutnya, apabila PB-PON atau PB Perbasasi tak ambil sikap terkait hal ini, maka pihaknya tak akan terima pengalungan medali, dan menolak tandatangani berita acara pertandingan.
“Sudah jelas, U-23 per 1 September tak boleh main. Yang boleh main usia 22 tahun, tak lebih dari 23 tahun,” kata Aiyub.
Ayub berharap, persoalan ini jadi catatan dan pelajaran semua pihak, khususnya usia pemain diperbolehkan ajang PON.
"Kami bangga karena bisa masuk grand final di PON Aceh-Sumut 2024," ujarnya.
Sudah Ditangani PB-PON
Sementara itu, Humas PB Perbasasi, Andy Lumowa di Meulaboh mengatakan protes dilayangkan ofisial Papua hanya masalah teknis saja dan sudah ditangani PB-PON.
Lumowa mengatakan persoalan protes official Papua hanya kesalahpahaman saja, dan sejauh ini tidak ada kendala berarti.
Ia mengatakan, jika nantinya ada perkembangan terbaru maka PB Perbasasi akan sampaikan ke media.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sofbol Papua sempat tolak medali, Perbasasi: Sudah ditangani PB-PON
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina gunakan semua moda transportasi agar distribusi lancar ke wilayah bencana
06 January 2026 6:12 WIB
Polda Papua gelar doa bersama untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera
02 December 2025 2:07 WIB
PON XXI-Atlet panahan Papua Catur Nugroho tembus final divisi compound putra
12 September 2024 15:40 WIB, 2024