Biak (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Biak Numfor, Papua mengajak pemuda orang asli Papua (OAP) menjadi duta perdamaian pencegahan konflik dengan berperan nyata menjaga stabilitas daerah yang aman dan kondusif. 

"Para generasi muda orang asli Papua terus diberdayakan untuk menjadi agen perubahan, mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kebhinnekaan di lingkungan mereka, terutama dalam pencegahan radikalisme dan terorisme," ujar Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penyelesaian Konflik Bakesbangpol Biak Numfor Lino Randokir pada sosialisasi pendidikan pencegahan dan penyelesaian konflik, Sabtu.

Ia mengatakan, pemuda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang Biak Numfor yang harmonis dan bebas konflik.

Dia berharap, pemuda harus memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi publik sebagai bekal ikut serta mengatasi persoalan-persoalan di lingkungan masyarakat.

"Dengan adanya sosialisasi dilakukan Bakesbangpol Biak Numfor kepada 30 pemuda orang asli Papua diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan pemuda dalam mengatasi munculnya konflik," katanya.

Sementara itu, Asisten 1 Sekretaris Daerah Biak Numfor Semuel Rumakeuw mengingatkan pemuda merupakan generasi Emas Indonesia sehingga harus menjadi pelopor dalam mewujudkan kedamaian di lingkungan sekitar.

"Sosialisasi yang dilakukan Bakesbangpol dalam meningkatkan kesadaran bagi pemuda pemudi orang asli Papua menjaga kedamaian sangat baik. Apalagi Biak menjadi rumah tinggal kita bersama," kata Semuel mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra membuka sosialisasi pencegahan konflik.

Ia berharap, pemuda punya andil besar untuk senantiasa menjaga stabilitas daerah Biak Numfor yang aman, nyaman dan kondusif.

"Pemkab Biak Numfor memberikan apresiasi atas program Bakesbangpol untuk memberikan peran nyata bagi pemuda pemudi Papua mewujudkan daerah paling aman di Tanah Papua," katanya.