Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) mengharapkan stabilitas keamanan tetap kondusif di delapan kabupaten guna mempercepat pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Selasa mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas tetap aman guna mempercepat pembangunan di delapan kabupaten.
“Kunci pembangunan agar tetap berjalan baik itu adalah keamanan, maka pemerintah dan masyarakat di delapan kabupaten hendaknya terus menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga percepatan pembangunan terus berjalan,” katanya.
Menurut dia, berbagai program percepatan pembangunan di Papua Pegunungan yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukimo dan Mamberamo Tengah tengah berjalan baik itu infrastruktur jalan dan jembatan, perumahan 2.200 unit rumah serta pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan tengah berjalan.
“Langkah strategis yang kami coba bangun dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat supaya mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat terutama tokoh adat, agama, pemuda dan perempuan di delapan kabupaten sehingga percepatan pembangunan itu dapat berlangsung,” ujarnya.
Dia menjelaskan program besar yang langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol adalah pembangunan 2.200 unit rumah kepada masyarakat asli dan kepala suku Papua Pegunungan.
“Ini merupakan bentuk penghargaan yang tinggi diberikan oleh negara melalui bapak presiden kepada Papua Pegunungan sebagai salah satu daerah otonomi baru atau DOB di Indonesia khususnya Papua,” katanya.
Dia mengharapkan seluruh konsep pembangunan yang telah didesain dan terkoordinasi baik antara pusat, provinsi dan kabupaten bisa berjalan ketika seluruh elemen masyarakat di Papua Pegunungan mendukungnya.
“Pada kemepimpinan kami hanya ingin melihat kesejahteraan, pembangunan yang merata dan tercapainya indeks pembangunan manusia, peningkatan sektor kesehatan dan pendidikan bagi seluruh daerah di Papua Pegunungan sehingga wilayah yang dianggap sebagai daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T diubah dengan perubahan signifikan,” ujarnya.