Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat memperkuat pendataan guru dan murid di seluruh wilayah tersebut guna mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor di Wamena, Rabu mengatakan tahun ini pihaknya memiliki tugas besar untuk mendata secara pasti jumlah guru dan murid di seluruh sekolah di daerah ini.
“Data yang ada ini kami masih meragukan, sehingga harus ada pendataan ulang yang diinisiasi oleh Disdikbud Papua Pegunungan supaya ada sinkronisasi data guru dan siswa antara kabupaten dan provinsi,” katanya.
Menurut dia, pendataan guru dan murid di seluruh wilayah Papua Pegunungan harus dilakukan secara baik dengan metode sinkronisasi antara data lapangan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di kabupaten dan provinsi.
“Dengan adanya data murid dan murid yang baik, maka kami dapat melihat kebutuhan tenaga guru ke depannya seperti apa. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan dengan adanya data guru dan murid yang valid maka membantu percepatan pembangunan SDM di Papua Pegunungan.
“Kami harus tahu kekuatan guru di kabupaten berapa dan kabupaten mana yang masih memerlukan tenaga guru, satuan pendidikan apa SD, SMP atau SMA/SMK. Maka perlu adanya pendataan yang baik dengan metode sinkronisasi,” katanya.
Dia berharap pendataan guru dan murid dapat rampung dalam tahun ini, sehingga membantu mempercepat pendataan pendudukan secara menyeluruh di Papua Pegunungan.
“Bapak Gubernur sudah memberikan target waktu untuk pendataan pendudukan di Papua Pegunungan harus selesai tanggal 8 Agustus 2026, maka kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk pendataan guru dan siswa selesai sesuai target tersebut,” ujarnya.
Selain data guru dan murid secara umum, pihaknya juga mendata secara pasti guru dan murid Orang Asli Papua (OAP) yang ada di wilayah Papua Pegunungan mulai tingkat PAUD, TK-SD, SMP dan SMA/SMK.
Sejauh ini Kabupaten Tolikara dan Pegunungan Bintang yang telah menyetor data valid guru dan murid di daerah mereka ke Disdikbud Papua Pegunungan.