Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mencatat daya mampu pasok listrik di Tanah Papua mencapai 440,5 megawatt (MW) untuk itu menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dipastikan pasokan listrik tetap aman.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur di Jayapura mengatakan, sementara untuk beban puncak hanya sebesar 302,5 MW yang artinya terdapat cadangan daya sebesar 138 MW atau 31 persen yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.
“Cadangan daya ini cukup untuk menjaga stabilitas pasokan listrik selama perayaan Idul Adha, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dan perayaan dengan nyaman,” katanya.
Menurut Roberth, PLN juga telah menyiagakan personel serta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap infrastruktur kelistrikan di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat guna memastikan tidak terjadi gangguan selama momentum hari besar keagamaan tersebut.
"Selain menjaga keandalan sistem kelistrikan, kami juga terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh unit pelayanan agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kendala di lapangan," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal selama Hari Raya Idul Adha.
"Kami telah menyiagakan 1.038 personel yang terdiri atas 334 pegawai, 668 tenaga alih daya serta 36 personel Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan selama 24 jam melalui sistem piket operasional," katanya lagi.
Dia menambahkan, PLN juga sudah menetapkan 236 lokasi prioritas pengamanan yang sebagian besar merupakan masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idul Adha seperti lapangan, alun-alun hingga gedung serbaguna.
"Meski begitu kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak dan segera melaporkan apabila terjadi gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kantor layanan terdekat," ujarnya.