Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda setempat menyebut Festival Sagu sebagai sarana mendorong potensi wisata dan ketahanan pangan lokal.
Kepala Bappeda Kabupaten Tolikara Elisabeth Y Flassy Wandik di Wamena, Jumat, mengatakan Festival Sagu telah dimulai pada Maret 2026 di Distrik Wari untuk mendorong potensi wisata dan sekaligus memperkuat pangan lokal.
“Kami mencoba mendorong potensi wisata melalui sumber daya alam (SDA) yang ada di sini, sekaligus sarana dalam memperkuat ketahanan pangan lokal bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tolikara Willem Wandik-Yotam Wonda dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat adat maka Pemkab Tolikara mencoba menggelar festival yang dipusatkan di Distrik Wari, salah satu daerah Tolikara yang berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya.
“Festival Sagu sangat penting dalam membangun sektor pariwisata, pemberdayaan masyarakat adat serta penguatan ketahanan pangan lokal. Kami ingin masyarakat di wilayah Wari dapat merasakan kehadiran pemerintah daerah dalam membantu perekonomian mereka,” ujarnya.
Dia menjelaskan festival sagu diselenggarakan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.
“Potensi sagu di Distrik Wari sangat luar biasa, maka kami ingin mengangkatnya supaya masyarakat di daerah itu bisa memperoleh keuntungan dari program yang dibuat,” katanya.
Dia menambahkan Kabupaten Tolikara berada di Pegunungan Papua, namun memiliki kawasan bagian utara yang berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya, Papua di daerah dataran rendah.
“Kami berharap melalui program festival sagu menjadi awal dalam membangun Tolikara dari daerah pinggiran supaya masyarakatnya bisa sejahtera,” ujarnya.