Logo Header Antaranews Papua

Cuaca hambat evakuasi Trigana di Oksob

Senin, 17 Agustus 2015 17:35 WIB
Image Print
Sanak keluarga/kerabat penumpang Trigana Air yang jatuh di Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sedang meneliti daftar nama penumpang, di Posko Crisis Center di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Antara Papua/Anwar)
"Evakuasi terhambat karena faktor cuaca, bahkan saat ini jarak pandang hanya dua meter, " kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Yunus Wally.

Jayapura (Antara Papua) - Cuaca yang cukup ekstrim menghambat evakuasi para penumpang dan kru pesawat Trigana yang jatuh pada Minggu (16/8) di sekitar Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Evakuasi terhambat karena faktor cuaca, bahkan saat ini jarak pandang hanya dua meter, " kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Yunus Wally, kepada Antara, Senin.

Dikatakan, akibat cuaca yang tidak bersahabat maka tim SAR yang menuju lokasi jatuhnya pesawat naas juga mengalami kendala.

"Untuk membantu mereka (Tim SAR Darat) pihaknya akan mengirim bahan makanan yang diangkut menggunakan truk dan berjalan kaki hingga ketemu tim yang dipimpin Danyon 133 Letkol Inf Arif," kata AKBP Wally.

Menurut dia, masalah cuaca juga menyebabkan rencana penerjunan dengan menggunakan tali atau rafling dibatalkan.

Pada Senin pagi dengan menggunakan pesawat twin otter Trigana tercatat 11 anggota SAR tiba di Oksibil.

"Rencananya mereka yang akan membuat halipad untuk memudahkan evakuasi, namun cuaca buruk menyebabkan rencana batal," kata Wally.

Puing-puing pesawat Trigana pertama kali dilihat pilot pesawat AMA sekitar pukul 08.00 WIT di sekitar air terjun Oksob. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026