
Pangdam Cenderawasih lantik 201 prajurit Tamtama

"Kalian telah melalui seleksi yang sangat ketat dan terpilih dari sekian banyak pemuda. Setelah melalui pendidikan, berhasil lulus dan dinyatakan sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua," ujar Mayjen TNI Hinsa Siburian.
Jayapura (Antara Papua) - Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian melantik 201 prajurit yang telah menjalani pendidikan pertama Sekolah Calon Tamtama TNI AD Gelombang I tahap I Tahun Anggaran 2015, di Lapangan Pancasila Rindam XVII/Cenderawasih, Selasa.
Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan bahwa pelantikan pendidikan pertama Tamtama TNI AD itu merupakan peristiwa yang sangat membanggakan bagi prajurit yang bersangkutan, orangtua dan para sanak saudara.
"Kalian (prajurit) telah melalui seleksi yang sangat ketat dan terpilih dari sekian banyak pemuda yang ingin menjadi prajurit TNI AD. Setelah melalui pendidikan selama kurang lebih 5 (lima) bulan kalian telah berhasil lulus dan dinyatakan sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua," ujarnya.
Ia mengatakan, pendidikan yang telah dilaksanakan, merupakan pendidikan pertama, yang bertujuan membentuk Prajurit Siswa Calon Tamtama untuk menjadi Tamtama TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga yang memegang teguh sumpah prajurit, berpengetahuan, memiliki keterampilan dasar keprajuritan dan dasar golongan Tamtama serta kondisi jasmani yang samapta.
Dengan selesainya pendidikan tahap pertama ini, para prajurit senantiasa tetap belajar dan berlatih, tumbuhkan sikap pantang menyerah, tanamkan keyakinan sebagai seorang prajurit sejati yang solid dan professional, pedomani norma-norma keprajuritan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pegang teguh jati diri TNI, sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional.
"Setelah pelantikan ini secara resmi kalian sudah menjadi prajurit TNI," ujar Pangdam Siburian.
Sebagai prajurit TNI, harus bisa menjadi Prajurit Rakyat, Prajurit Nasional, Prajurit Profesional dan Prajurit Pejuang.
Prajurit rakyat adalah prajurit yang berasal dari rakyat, sehingga harus mencintai rakyat dan harus dekat dengan rakyat.
Prajurit pejuang adalah prajurit yang tangguh dan ulet, walaupun banyak tantangan tetapi berkat kejuangan yang tinggi semua itu akan dapat dihadapi.
Sebagai prajurit nasional, prajurit yang bersifat nasional, bukan kedaerahan serta mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi, suku, agama dan golongan.
Sebagai prajurit profesional yaitu prajurit yang terlatih dengan baik dan harus berpegang teguh pada jati dirinya,agar tidak kehilangan arah.
Prajurit yang baru dilantik adalah tunas-tunas baru TNI untuk menjaga keutuhan, integritas dan melindungi segenap rakyat Indonesia.
"Senantiasa tetap jaga kesehatan jasmani dan rohani. Kebiasaan lama yang tidak sesuai aturan agar dihilangkan. Taati aturan hukum yang berlaku dan harus bisa menjadi contoh menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.
Diakhir amanat Pangdam menekankan kepada para prajurit TNI-AD yang baru dilantik agar menyiapkan mental dan fisik untuk melaksanakan pendidikan dasar kecabangan lanjutan dengan senantiasa tetap tegar dan optimis seraya memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)
Pewarta : Pewarta: Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
