
Mantan kontributor Antara pimpin AJI Jayapura

Eveerth Zacharias Joumilena yang tercatat sebagai kontributor Antara Biro Papua pada 2006-2007 dan 2009 maju sebagai calon Ketua AJI Jayapura berpasangan dengan Musa Abubar sebagai sekretarisnya.
Jayapura (Antara Papua) - Mantan kontributor LKBN Antara Biro Papua di Jayapura, Eveerth Zachariaz Joumilena pimpin Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura setelah berhasil mengumpulkan suara terbanyak dalam Konferensi Kota (Konferta) organisasi tersebut.
Konferta AJI Kota Jayapura yang digelar di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Sabtu siang hingga malam itu dihadiri Ketua AJI Indonesia Suwarjono, Ketua AJI Jayapura dua periode Victor Mambor dan Korwil AJI Wilyah Timur Cunding Levi dengan peserta kurang lebih 30 orang.
Eveerth Zacharias Joumilena yang tercatat sebagai kontributor Antara Biro Papua pada 2006-2007 dan 2009 maju sebagai calon Ketua AJI Jayapura berpasangan dengan Musa Abubar sebagai sekretarisnya.
Sementara Musa Abubar, kini juga tercatat sebagai kontributor Antara Biro Papua sejak 2013.
Keduanya juga tercatat sebagai mantan wartawan Tabloidjubi.com yang dikelola oleh Victor Mambor.
Dalam Konferta AJI Kota Jayapura itu berlangsung cukup seru, sejak dari pembacaan tata tertib hingga penentuan calon ketua dan calon sekretaris, akhirnya diusung dua pasangan calon, yakni Eveerth berpasangan dengan Musa dan Jack Wally berpasangan dengan Anang Budiono, wartawan Harian Pagi Papua dan kontributor Antara Foto.
Eveerth dan Musa berhasil meraih 22 suara pemilih sah, sementara pasangan calon ketua dan calon sekretaris AJI lainnya, Jack Wally dan Anang Budiono hanya meraih empat suara, sisanya dua suara terhitung abstain.
"Visi saya ingin aktifkan kebersamaan dan menjaga independensi jurnalis AJI Kota Jayapura di Papua," kata Eveerth didampingi Musa Abubar usai kegiatan tersebut.
Mantan Pemimpin Redaksi Harian Salam Papua di Timika, Kabupaten Mimika itu berjanji selama memimpin AJI Kota Jayapura bersama Musa Abubar, akan memperjuangkan dan mempertahankan kebebasan pers yang menjadi kebutuhan publik akan informasi yang obyektif.
"Lalu, sosialisasi nilai-nilai ideal jurnalisme dan penyadaran atas hak-hak ekonomi pers, pelatihan jurnalistik, diskusi, seminar serta penertiban hasil-hasil pengkajian dan penelitian soal pers," kata wartawan Harian Pagi Papua itu.
Selain itu, mengadvokasi pekerja pers melalui bantuan hukum, kemanusian yang alami depresi, baik oleh pers, institusi negara, maupun oleh kelompok-kelompok masyarakat.
"Tentunya, kami juga ingin meregenerasi keanggotaan AJI Kota Jayapura, merekrut anggota baru dan melibatkan fungsi semua pengurus serta keanggotaan AJI dalam bekerja," katanya yang diamini Musa Abubar.
Sebelum Konferta AJI Kota Jayapura, terlebih dahulu kegiatan tersebut diawali dengan diskusi publik dengan judul "Konten lokal TV yang merawat Kebhinekaan, mungkinkah ?" Yang menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Jhon Gobay dari tokoh adat Paniai, Rusdi Anwar dari KPI Papua dan Septer Manufandu, dari LSM Jerat Papua.
Pada kegiatan ini, nampak hadir sejumlah petinggi organisasi pers, seperti PWI Papua, IJTI dan IJN Papua dan Papua Barat, serta aktivis LSM dan tokoh politik di Kota Jayapura. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
