
PB Gemapi gelar aksi peduli AIDS

Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi dan seminar tentang bahaya dan penanggulangan HIV/AIDS bagi para remaja, pembagian bahan makanan pokok kepada warga, serta aksi membagikan seribu bunga dan stiker kepada pengendara.
Jayapura (Antara Papua) - Pengurus Besar (PB) Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) menggelar sejumlah kegiatan yang menggambarkan aksi peduli AIDS, pada momentum peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2016, di beberapa kota di Provinsi Papua, Kamis.
Ketua Panitia Gemapi Peduli AIDS Ferdinand Toto, di Jayapura, Kamis, mengatakan aksi ini diselenggarakan secara serentak di beberapa daerah di Papua antara lain, Kota Jayapura, Timika Kabupaten Mimika, Wamena Kabupaten Jayawijaya, dan Merauke.
"Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi dan seminar tentang bahaya dan penanggulangan HIV/AIDS bagi para remaja, pembagian bahan makanan pokok kepada warga, serta aksi membagikan seribu bunga dan stiker kepada pengendara," katanya.
Khusus di Kota Jayapura, acara bagi bunga dan stiker dipusatkan di sepanjang jalan depan Gedung Olahraga (GOR) Jayapura, Kamis (1/12) pagi.
Acara itu dirangkai dengan jalan santai yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Papua.
Menurut Ferdinand, aksi itu dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan saling mengingatkan kepada sesama anak bangsa, serta sesama anak Papua bahwa kini semua orang sedang dikejar oleh sebuah virus yang sangat mematikan.
"Papua sedang darurat HIV/AIDS, kalau tidak lawan maka akan terjangkit dan semua harapan serta cita-cita akan musnah ditelan virus mematikan itu," ujarnya.
Untuk itulah Gemapi sebagai salah satu organisasi mahasiswa di Papua hadir untuk mengambil bagian bersama Pemprov Papua dan KPA serta "stakeholder" lain, guna mencoba sedikit menjawab persoalan bangsa khususnya di Bumi Cenderawasih.
"Harus ada gerakan revolusi terhadap HIV/AIDS di Papua, contohnya adalah semua orang di provinsi ini harus wajib memeriksa HIV/AIDS, minimal tiga bulan sekali sehingga bisa terdeteksi," katanya lagi. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
