Logo Header Antaranews Papua

Warga Maluku Biak jangan lupakan pela gandong

Jumat, 16 Maret 2018 18:02 WIB
Image Print
Ilustrasi. Suasana saat Warga Maluku Merayakan Hari Pattimura ke 197 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. (Foto: Istimewa)
Sesepuh Warga Maluku Johanis Sopacua mengatakan organisasi kemasyarakatan Ikatan Keluarga Maluku Tengah-Kota Ambon menjadi mitra pemkab Biak Numfor dalam membangun daerah

Biak (Antaranews Papua) - Warga Maluku yang tergabung dalam wadah organisasi kemasyarakatan Maluku Tengah dan Kota Ambon terus mempertahankan budaya pela gandong sebagai penguat semangat persaudaraan sehingga berperan nyata dalam membangun Kabupaten Biak Numfor, Papua.

"Betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun wilayah. Jangan melupakan semangat Pela Gandong yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku sejak dulu hingga sekarang," kata Asisten II Sekda Biak Ferry Betay di musda Ikatan Keluarga Maluku Tengah-Kota Ambon, Jumat.

Asisten II Sekda Ferry Betay mengakui, dengan jujur betapa nikmatnya hidup di tanah Maluku yang didiami 1.402 pulau dan 54 suku serta 116 bahasa daerah menjadi aset kekayaan bangsa Indonesia.

Ferry Betay menyebut saat ini Pemkab Biak Numfor sedang giat untuk membangun dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat termasuk warga Maluku.

Dalam menghadapi agenda besar ini, menurut Ferry Betay, tentu saja sangat diperlukan sinergitas antar berbagai komponen bangsa khususnya warga Maluku Tengah dan Kota Ambon sebagai modal yang kuat dalam mencapai suksesnya program pembangunan yang sedang dijalankan di Kabupaten Biak Numfor.

Asisten II Ferry Betay mengajak semua warga Maluku di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori selalu bergandengan dengan pemkab Biak Numfor untuk mewujudkan kedamaian di kota Biak.

"Sejarah telah membuktikan keterlibatan pahlawan Nasional asal Maluku Kapitan Pattimura telah memberikan sumbangsih nyata untuk mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia," harap Asisten II Sekda Ferry Betay mewakilki Plh Bupati Markus Mansnembra.

Sementara itu, Sesepuh Warga Maluku Johanis Sopacua mengatakan organisasi kemasyarakatan Ikatan Keluarga Maluku Tengah-Kota Ambon menjadi mitra pemkab Biak Numfor dalam membangun daerah.

"Pulau Biak menjadi sejarah bagi orang-orang Maluku karena telah berjasa mengajarkan pendidikan dan penginjilan di masa lalu sehingga Biak bagian rumah kita bersama," ungkap Yohanes Sopacua.

Kegiatan musyawarah daerah Ikatan Keluarga Maluku tengah-Kota Ambon berlangsung di aula Dinas Tenaga Kerja Biak bertujuan untuk memilih kepengurusan baru periode 2018-2023 serta menyusun program kerja organisasi.(*)



Pewarta :
Editor: Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026