
Polda: korban pemerkosaan KKB belum dievakuasi dari Arwanop

Saat masyarakat sedang melaksanakan bakar batu itulah, korban diperkosa secara bergiliran oleh anggota KKB, sehingga menyebabkan korban sempat pingsan
Jayapura (Antaranews Papua) - Pihak Polda Papua menyatakan MM selaku guru kontrak yang dilaporkan menjadi korban pemerkosaan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) hingga kini belum dievakuasi, dan masih berada di Kampung Arwanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal, di Jayapura, mengatakan guru kontrak itu diperkosa pada Jumat (13/4) saat masyarakat sedang melaksanakan bakar batu dalam rangka perpisahan dengan warga Banti dan Utikini yang mengungsi ke Arwanop karena kampungnya dikuasai KKSB.
"Saat masyarakat sedang melaksanakan bakar batu itulah, korban diperkosa secara bergiliran oleh anggota KKB, sehingga menyebabkan korban sempat pingsan," ujarnya.
Kamal mengatakan wvakuasi belum dapat dilakukan karena untuk mencapai kawasan itu hanya dapat dilakukan dengan menggunakan helikopter atau pesawat berbadan kecil.
Kepala Kampung Arwanop sudah meminta bantuan manajemen PT Freeport Indonesia untuk menggerahkan helikopternya, namun manajemennya enggan membantu dengan alasan keamanan.
"Evakuasi masih sulit dilakukan karena kampung tersebut berada di ketinggian dan letaknya sangat sulit dijangkau lewat darat," kata Kombes Kamal.
Menurut dia, dari laporan yang diterima terungkap beberapa rekan guru korban termasuk guru kontrak sudah berada di Tembagapura dengan berjalan kaki ke Banti.
Ia membenarkan ada beberapa guru kontrak sudah berada di Tembagapura dan diminta keterangannya, diantaranya AB, UP, HD, TL, dan AP.
"Beberapa orang sudah dimintai keterangan di Polsek Tembagapura," kata Kombes Kamal. (*)
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
