Logo Header Antaranews Papua

TNI amankan dua mahasiswa pembawa ganja di Nafri

Minggu, 2 September 2018 18:12 WIB
Image Print
Komandan Yonid 501 Kostrad Letkol Inf Anthoni Chandra (Dokumen Penerangan Yonif 501 Kostrad)
Atas bantuan masyarakat, akhirnya keduanya dapat ditangkap. Saat ditangkap ditemukan satu paket ganja yang disembunyikan salah satu tersangka seberat 100 gram

Jayapura (Antaranews Papua) - TNI yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG Yonif 501 Kostrad yang bertugas di Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, mengamankan dua orang mahasiswa yang kedapatan membawa ganja, pada Sabtu (1/9) sekitar pukul 22.30 WIT.

Komandan Yonif 501 Kostrad Letkol Inf Anthoni Chandra, kepada Antara di Jayapura, Minggu, mengatakan kedua mahasiswa itu diamankan saat keduanya menggunakan sepeda motor dan melintas di depan pos Koya Koso yang sedang melakukan "sweeping".

Kedua mahasiswa itu masing-masing JMW (20), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jayapura, yang berboncengan dengan HY (21) mahasiswa di Manokwari, Papua Barat.

Keduanya menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi PA 2311 RO saat melintas di depan pos Koya Koso, namun saat dihentikan malah mereka berupaya melarikan diri.

Bahkan keduanya sempat menyerempet anggota TNI yang sedang bertugas yakni Kopda Budi H sehingga dilakukan pengejaran dan mereka bersembunyi di kuburan kampung Nafri.

"Atas bantuan masyarakat, akhirnya keduanya dapat ditangkap. Saat ditangkap ditemukan satu paket ganja yang disembunyikan salah satu tersangka seberat 100 gram," kata Letkol Chandra.

Kini, kedua mahasiswa beserta barang bukti ganja sudah diserahkan ke Polsek Abepura untuk diproses lebih lanjut.

Sejauh ini, Satgas Yonif 501 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-Papua Nugini sudah mengamankan sekitar 30 kilogram ganja dengan 55 tersangka penyalahgunaan narkoba.

"Untuk meminimalkan peredaran ganja asal PNG, anggota Yonif 501 senantiasa melakukan `sweeping` dan patroli," kata Letkol Chandra.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026