Logo Header Antaranews Papua

Upaya TNI wujudkan impian masyarakat adat Jayawijaya

Minggu, 25 Januari 2026 08:01 WIB
Image Print
Anak-anak Kampung Algonik, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan sedang bermain menikmati air bersih yang dibangun Kodim 1702/Jayawijaya dalam program TMMD ke-126. ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pendekatan teritorial kewilayahan terus dilakukan oleh prajurit TNI di wilayah-wilayah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pedalaman Papua.

Hal itu dilakukan untuk membangun komunikasi positif antara TNI dengan rakyat, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat terkendalikan di daerah itu.

Salah satu bentuk nyata komunikasi itu dilakukan oleh prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 1702/Jayawijaya yang membangun tiga unit rumah sehat bagi masyarakat di Kampung Algonik, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke-126.

Tiga unit rumah sehat yang dibangun bagi masyarakat adat tersebut merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap orang asli Papua (OAP) di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

Kurang lebih 45 hari pada kegiatan TMMD ke-126 berada di Kampung Algonik, prajurit TNI berbaur dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat untuk menyukseskan salah satu program unggulan TNI tersebut.

"Prajurit berada di sini untuk membantu pemerintah daerah, membuat sarana prasarana fisik maupun nonfisik bagi masyarakat di Kampung Algonik," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim.

TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah perkampungan atau daerah terpencil, mencakup pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat melalui gotong royong.

Pada TMMD Ke-126, Kodim 1702/Jayawijaya, selain membangun tiga unit rumah sehat, juga membangun sumur bor air bersih, penyuluhan kesehatan, memperkuat wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, perikanan, serta penanaman pohon.

Tiga unit rumah sehat yang dibangun merupakan upaya TNI untuk membuat contoh bagaimana masyarakat setempat membangun rumah yang representatif dan layak dihuni, setidaknya oleh satu keluarga.

Rumah sehat yang dibangun prajurit TNI melalui program TMMD Ke-126 bertipe 36/45, dengan desain sederhana, namun layak huni dan sehat. Rumah tersebut dibuat dengan berbahan dasar kayu dan lebih fokus pada peningkatan kualitas rumah warga kategori ekonomi lemah. Rumah layak huni dan berkategori sehat itu dilengkapi dengan sanitasi.

Pembangunannya berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat perkampungan agar bisa menempati rumah yang aman dan sehat, seperti rumah permanen dengan standar sanitasi yang memadai. Rumah kecil itu didesain cukup baik, dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, teras (beranda), dapur, dan memiliki kamar mandi, dengan sanitasi yang baik.

Rumah sehat ini menjadi gambaran umum bagi masyarakat pedalaman Papua untuk dapat membangun rumah sehat yang sejenis, sehingga mencegah berbagai penyakit yang dapat dialami anggota keluarga karena pembangunan rumah yang tidak sehat.

Pembangunan rumah yang sering dilakukan oleh masyarakat pedalaman, biasanya berbentuk honai (rumah adat) atau bangunan rumah yang tidak memiliki ventilasi udara, sanitasi yang kurang baik, sehingga penghuninya sering mengalami berbagai penyakit saluran pencernaan dan pernapasan.

Pada kegiatan pra dan TMMD Ke-126 ini, prajurit TNI, kurang lebih 45 hari berada di Kampung Algonik, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya, berbaur dengan masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat setempat untuk mensukseskan salah satu program unggulan TNI tersebut.

Sementara itu, air bersih masih menjadi mimpi bagi masyarakat di Kampung Algonik untuk memperolehnya. Karena itu, TNI membangun sumur bor yang baik, sehingga memudahkan masyarakat di kampung tersebut memperoleh air bersih untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

"Puji Tuhan, kami dapat membangun sumur bor air bersih yang dapat dinikmati oleh masyarakat Kampung Algonik," kata Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Arh Reza ChA Mamoribo.

Prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya juga memberikan penyuluhan kesehatan, sehingga masyarakat memiliki wawasan yang baik mengenai kondisi tubuh mereka, termasuk ketika sakit harus melakukan apa.

Tidak lupa prajurit TNI memperkuat masyarakat Kampung Algonik mengenai pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, sehingga dengan sadar mereka memiliki rasa cintai kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI secara utuh.

Selain itu, terkait alam di papua yang masih asri dan luas, prajurit TNI memperkuat wawasan pertanian dan perikanan supaya masyarakat bisa mengolah sumber daya alam (SDA) yang dimiliki untuk meningkatkan perekonomian mereka.

"Kami harap melalui penyuluhan pertanian dan perikanan masyarakat dapat mengetahui cara bertanam dan memelihara ikan dengan baik," ujar Dandim

TMMD Ke-126 dapat berjalan baik dan lancar karena adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dalam program unggulan TNI tersebut, Pemkab Jayawijaya mengalokasikan dukungan finansial dari anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD sebesar Rp1 miliar.

Pemkab Jayawijaya menyadari betapa pentingnya TMMD, sehingga dukungan anggaran diberikan untuk membantu Kodim 1702/Jayawijaya menyukseskan program yang manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut.

Pemkab Jayawijaya juga mengajak masyarakat adat Kampung Algonik untuk mendukung penuh program TMMD Ke-126 untuk membantu mempercepat pembangunan fisik maupun nonfisik di daerah tersebut.

Terbukti, masyarakat antusias mendukung program itu dengan baik, sehingga TMMD berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Masyarakat memperoleh tiga unit rumah sehat, jaringan air bersih, penyuluhan kesehatan, pertanian, dan perikanan.

Diharapkan program ini dapat berjalan di tahun 2026 di kampung lainnya, sehingga mempercepat program percepatan pembangunan rakyat. TMMD menjadi sarana komunikasi yang baik untuk meningkatkan hubungan TNI dan rakyat di daerah teritorial seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

"Kami berharap komunikasi TNI dan rakyat terus baik dan dapat membantu percepatan pembangunan segala sektor di Kabupaten Jayawijaya," kata Bupati Jayawijaya Atenius Murib.

Pembangunan sarana prasarana fisik dan nonfisik yang dilakukan Kodim 1702/Jayawijaya di Kampung Algonik, Distrik Piramid, kabupaten Jayawijaya memperoleh sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Kampung Algonik yang menjadi sasaran program TMMD kali ini berada di ruas jalan Wamena-Tiom ( Kabupaten Lanny Jaya), termasuk daerah pinggiran di Kabupaten Jayawijaya.

Oleh karena itu, dukungan yang diberikan oleh TNI dalam membantu percepatan pembangunan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

"Kami bersyukur karena melalui program TMMD ini, masyarakat Algonik mendapatkan rumah sehat, air bersih, dan program lain," kata tokoh intelektual di Distrik Piramid Enis Tabuni.

Enis Tabuni mengharapkan ke depan program TNI serupa dapat terus dilakukan di Kampung Algonik maupun kampung lainnya di Kabupaten Jayawijaya untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan.

Enis Tabuni mengaku senang dapat berinteraksi dengan prajurit TNI selama sebulan dalam program TMMD. Ia berterima kasih, negara hadir membantu warga, melalui prajurit TNI di daerah itu.

TNI merupakan wajah rakyat, kehadiran mereka tidak hanya menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga membantu pemerintah pusat dan daerah memastikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di wilayah Papua.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI wujudkan impian masyarakat adat Jayawijaya



Oleh
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026