Logo Header Antaranews Papua

PJN: jalan transPapua dibuka setiap Minggu

Rabu, 7 November 2018 19:38 WIB
Image Print
Sejumlah kendaraan yang antri di jalur transPapua, Jayapura-Wamena akibat adanya sejumlah kendaraan yang macet dan tertanam di lumpur di Tanjakan Kali Wara, Kabupaten Yalimo. (Antaranews Papua/Marius Frisson Yewun).
Kalau kami tutup, akan terjadi antrian mobil yang cukup banyak. Bisa sampai 200 mobil satu minggu

Wamena (Antaranews Papua) - Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Jayapura membuka jalan transPapua untuk dilewati kendaraan bermotor hanya sekali seminggu yakni pada hari Minggu, karena kalau ditutup total justru dapat mengganggu aktivitas pengerjaan proyek jalan yang masih berlangsung.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional Wilayah I Jayapura, Saut P Munthe saat di Wamena, Ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan sebenarnya jalan transPapua jalur Jayapura-Wamena sudah fungsional pada Juni 2018, namun karena waktu itu ada pelaksanaan penurunan tanjakan tinggi dan pelebaran lereng, sehingga belum dibolehkan dilintasi kendaraan bermotor.

Pada September 2018, pihak PJN menyurati Bupati Yalimo agar jalur itu ditutup sementara karena belum selesai dikerjakan, namun karena animo masyarakat untuk melintas sangat tinggi sehingga diambil kebijakan untuk membuka jalur itu, naun hanya setiap hari Minggu.

"Kalau kami tutup, akan terjadi antrian mobil yang cukup banyak. Bisa sampai 200 mobil satu minggu," katanya.

Saut memprediksi dalam sebulan kendaraan yang melintasi ruas jalan itu mencapai 600 unit truk dan mini bus yang mengangkut bahan makanan pokok ke wilayah pegunungan tengah Papua.

Animo masyarakat untuk melintasi jalur transPapua yang baru dibuka hanya setiap hari Minggu itu sangat tinggi.

"Satu bulan itu bisa sampai 600 dump truck, belum hilux yang membawa muatan dari Jayapura-Yalimo dan kabupaten sekitarnya," kata Saut.

Menurut dia, banyaknya kendaraan yang melintasi jalan transPapua memang menghambat pengerjaan, tetapi akan lebih buruk jika akses itu ditutup, sebab bisa berdampak terhadap pemalangan yang dilakukan oleh pemilik ulayat.

"Kalau dilihat dari efektif kerja, tidak terlalu tercapai, tetapikan kita tidak bisa membendung masyarakat karena jalan itu adalah milik rakyat," katanya.

Sebagian besar jalan transPapua belum diaspal, dan masih ada beberapa titik yang menyebabkan sejumlah kendaraan tertahan hingga satu minggu lebih.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026