Logo Header Antaranews Papua

Bupati Merauke sambut kedatangan prajurit TNI Satgaspam perbatasan Indonesia-PNG

Jumat, 12 Juni 2020 18:32 WIB
Image Print
Bupati Kabupaten Merauke Frederikus Gebze menjadi irups penerimaan prajurit Satgaspam perbatasan Indonesia-PNG di pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Jumat.(ANTARA Papua/HO-Pendam XVII/Cenderawasih)

Merauke (ANTARA) - Bupati Kabupaten Merauke Frederikus Gebze menyambut dan menerima kedatangan prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG di pelabuhan Yos Sudarso Merauke,Jumat.

Korem 174/ATW (Merauke) selaku Kolakops Rem 174 Sektor Selatan menggelar upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 516/Caraka Yudha dan Yonif 125/Simbisa.

Bertindak sebagai Irup Bupati Kabupaten Merauke Frederikus Gebze dengan komandan upacara Dansatgas Yonif Raider 516/CY Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin

Dalam amanatnya Bupati Kabupaten Merauke Fredy Gebze mengucapkan selamat datang di tanah datar Merauke kepada Satgas Yonif Mekanik 516/Caraka Yudha dan Yonif 125/'Simbisa.

Fredy Gebze juga menyampaikan beberapa penekanan dari Pangdam XVII/Cenderawasih bahwa wilayah perbatasan merupakan garis terdepan yang memiliki nilai strategis terhadap aspek pertahanan dan keamanan serta kedaulatan suatu negara.

Sesuai dengan undang – undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, lanjutnya, bahwa wilayah perbatasan memiliki kerawanan yang harus diwaspadai dari berbagai ancaman, seperti illegal logging, illegal minning, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan narkoba, miras, dan lain sebagainya.

"Oleh karena itu, kalian harus selalu waspada, laksanakan patroli keamanan maupun patroli pemeriksaan patok batas di sektor tanggung jawab masing-masing serta ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan," kata Bupati Gebze.

Berdasarkan perkembangan situasi saat ini, WHO ( organisasi kesehatan dunia ) Indonesia merupakan salah satu dari 216 Negara yang mengalami pandemik COVID-19 dan kondisi Indonesia saat ini telah terdapat 35.295 pasien positif virus corona.

Dan, terdapat juga orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan di beberapa daerah termasuk wilayah Papua.

"Saya tekankan selama penugasan agar memperhatikan protokol kesehatan, menjaga hidup sehat, memelihara kondisi fisik dan daya tahan tubuh,"imbuhnya.

Selain menjalankan tugas sebagai pasukan pengamanan perbatasan, menurut Bupati Merauke, prajurit TNI juga harus membantu pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman yang benar tentang social distancing serta kebiasaan hidup sehat.

"Sehingga dapat menghentikan penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat melalui koordinasi dengan aparat Kowil dan pemerintah daerah setempat.

"Ingat bahwa kehadiran kalian harus memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara serta taatilah hukum dan HAM agar kalian terhindar dari segala bentuk pelanggaran," katanya.

Hal lain, yang tidak kalah pentingnya untuk dipahami prajurit TNI adalah, pelajari dan hormati karakter, budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua. s

Sehingga kehadiran prajurit dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dimanapun anda bertugas.

Selain itu, wilayah penugasan kalian juga terdapat beberapa satuan lain, baik dari TNI maupun Polri.

"Saya mengharapkan kepada para prajurit, agar menjalin sinergitas hubungan yang baik dengan satuan lain maupun pemerintah daerah, hindari kesalahpahaman dan jangan mudah terprovokasi serta melakukan tindakan di luar prosedur. apabila menemukan permasalahan, segera lapor kepada pimpinan masing-masing, untuk diambil tindakan secara cepat dan tepat serta jangan melakukan tindakan sendiri sendiri karena dapat berakibat fatal," kata Bupati Gebze.

Dalam pelaksanaan penyambutan dan upacara penerimaan Satgas Pamtas kali ini agak berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu dikarenakan saat ini di Merauke masih berstatus siaga terhadap penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu dalam penyambutan kali ini Kolakops Rem 174 bekerja sama dengan tim gugus tugas pencegahan penyebaran COVID-19 kabupaten Merauke bersama Dinas terkait untuk menjadi garda terdepan dalam menyambut Satgas Pamtas RI-PNG dengan melakukan pemeriksaan dan sterilisasi saat personel maupun materiil yang akan diturunkan dari KRI Banda Aceh.

"Jadi mereka tidak asal turun persatuan dan langsung baris persiapan upacara seperti tahun lalu melainkan harus turun satu-satu (perorangan) menjalani pemeriksaan oleh tim yang telah di bentuk dari gugus tugas pencegahan COVID-19," ujarnya.

Dan selanjutnya mereka melaksanakan kegiatan sesuai yang telah diatur oleh petugas di lapangan.

Mengakhiri kegiatan upacara Bupati Fredy Gebze menjelaskan di hadapan para awak media bahwa satuan tugas yang datang Ini semuanya dalam kondisi sehat berdasarkan dari laporan Tim Gugus Tugas yan telah melakukan pemeriksaan sejak tiba di Merauke.

Selain itu penjelasan dari Komandan KRI Banda Aceh mereka selama di perjalanan tidak ada yang sakit.

Demikian pula penyampaian Danrem 174 Merauke Bangun Nawoko melalui Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Eka Ganta Chandra selaku Dansub Satgas Pamtas RI-PNG menyampaikan hal yang sama bahwa ia dan Bupati yang sekaligus tergabung dalam Gugus Tugas pencegahan COVID-19 mendapat laporan seluruh personel yang tiba di Merauke semua dalam keadaan sehat.

Karena sebelum berangkat mereka telah menjalani beberapa kali tes kesehatan di mulai dari Rapid, PCR hinga scan suhu tubuh seperti saat tiba pada pagi tadi.

Kapendam XVII /Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, selama perjalanan menuju Merauke mereka tidak ada yang sakit karena melaksanakan kegiatan fisik berupa senam dan berjemur bahkan tidak boleh turun dari kapal saat kapal berlabuh di Bali, Makasar dan Timika.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026