
Polres Jayawijaya: Pengungsi Yalimo di Wamena terdata 684 orang

Wamena (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, Papua Pegunungan menyatakan pengungsi Kabupaten Yalimo di Wamena yang terdata sebanyak 684 orang.
Wakapolres Jayawijaya Kompol I Wayan Laba di Wamena, Selasa mengatakan kejadian kericuhan di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan pada 16 September 2025 pengungsi gelombang pertama mulai berdatangan ke Wamena sejak 17 September 2025.
“Sesuai data sejak kericuhan pecah di Yalimo, pengungsi mulai datang ke Wamena sejak 17 September 2025 dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIT,” katanya.
Menurut dia, pengungsi yang datang ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya sejak 17-23 September 2025 kurang lebih sebanyak 684 orang.
“Kami data sebanyak empat gelombang atau kelompok pengungsi yang datang ke Wamena sejak 17 hingga 23 September 2025 ke Wamena. Setiap kedatangan pengungsi kami polres selalu berupaya memberikan pelayanan pertama dengan baik seperti memberikan makan dan memeriksa kondisi kesehatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan ratusan pengungsi tersebut dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Sulawesi Tenggara, NTT dan Maluku.
“Mereka setibanya di Mapolres Jayawijaya langsung ditangani dengan memberikan makan, pengecekan kesehatan. Setelahnya mereka langsung dijemput oleh keluarga atau kerukunan untuk tinggal sementara dengan mereka,” katanya.
Dia menambahkan bantuan logistik dan makanan siap saji telah disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) serta penyaluran bahan pokok atau bapok juga telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan pada Senin (22/9) 2025.
“Kami pastikan bantuan yang disalurkan melalui ketua-ketua kerukunan Nusantara dapat sampai ke setiap orang pengungsi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya sesuai data yang ada,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
