Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY menimbun lapangan terbang di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan guna memudahkan pesawat terbang berbadan kecil untuk dapat mendarat.
Satgas TNI bersama warga Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo bergotong royong menimbun lapangan terbang yang amblas sehingga membudahkan pesawat berbadan kecil untuk mendarat.
Dansatgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu mengatakan pihaknya melakukan karya bakti dengan memperbaiki lapangan terbang pesawat yang menjadi satu-satunya akses transportasi udara di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo.
“Kami tahu betapa pentingnya lapangan terbang ini, walau dengan peralatan seadanya tetap berusaha agar pesawat bisa mendarat dengan aman dan kebutuhan masyarakat tidak terputus,” katanya.
Menurut dia, daerah pegunungan Papua, pesawat berbadan kecil atau perintis sangat penting untuk mobilitas dan distribusi bahan pokok (bapok) atau kebutuhan lain karena wilayah tersebut memiliki banyak lapangan terbang.
“Dengan kondisi geografis, maka kegiatan gotong royong sering diperlukan untuk membantu operasional dan penanganan insiden pesawat, maka penimbunan pun dilakukan secara bersama,” ujarnya.
Dia menjelaskan TNI dan warga di daerah pedalaman sering melakukan karya bakti untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, kebersihan lingkungan dan penimbunan lapangan terbang.
“Tradisi gotong royong ini mencerminkan semangat kebersamaan warga Papua, meskipun tidak secara khusus disebut sebagai tradisi yang berkaitan langsung dengan perlintasan pesawat, tetapi sebagai bentuk bantuan dalam situasi darurat terkait penerbangan,” katanya.
Dia mengharapkan dengan penimbunan lapangan terbang yang dilakukan oleh TNI dan warga setempat maka pesawat dapat mendarat dengan baik dan aman.

