
Pangkalan TNI AL Biak bentuk tim cepat pengamanan laut VBSS

Pencapaian penting meningkatkan standar pengamanan pelabuhan
Biak (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Biak, Papua membentuk tim pengamanan penegakan hukum laut prosedur kunjungan, naik, penggeledahan dan penyitaan (visit, board, search, and seizure/VBSS) di Pelabuhan Biak.
"Tim X Quick Respon (XQR) yang beranggotakan tujuh personel terpilih yang siap bertindak cepat di lapangan," ujar Komandan Lanal Biak Kolonel Laut (P) Dedy Obet dalam keterangan tertulis di Biak, Rabu.
Ia mengatakan, personel yang direkrut tim VBSS adalah terbaik dengan tingkat kesehatan dan kesamaptaan prima serta telah dibekali dengan atribut lengkap.
Diakuinya, tim VBSS telah mengikuti latihan dan pembekalan mengenai prosedur tetap keamanan laut (Protap Kamla).
"Terbentuknya XQR dapat mempertajam penegakan hukum di laut wilayah kerjanya, serta secara efektif mencegah dan menindak segala bentuk tindak pidana di laut," tegasnya.
Untuk menjamin keamanan pelabuhan umum Biak sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), menurut Kolonel Dedy, Lanal Biak telah menjalin kerja sama erat dengan PT Pelindo.
Kerja sama ini, lanjut dia, bertujuan untuk mencegah dan menindak kejahatan yang keluar masuk melalui pelabuhan.
Salah satu implementasi nyata dari kerja sama ini, menurut Danlanal, adalah pemasangan X-ray untuk pertama kalinya di pelabuhan umum Biak.
"Hal ini merupakan pencapaian penting dalam meningkatkan standar keamanan pelabuhan," katanya.
Dalam kegiatan pengamanan, personel Lanal Biak, yang dikoordinir Pomal Lanal Biak, dan Tim X Quick Respon (XQR) Lanal Biak bertindak sebagai leading sektor bidang pengamanan di pelabuhan.
"Pemasangan alat x-ray menjadi indikator peningkatan keamanan yang diharapkan mampu mendeteksi potensi barang berbahaya atau terlarang," katanya.
Diakuinya, kehadiran TNI AL dalam pengamanan Pelabuhan Umum Biak ini mendapat respons positif dari Pemda serta PT Pelindo dalam pengamanan pelabuhan berjalan aman dan lancar.
Ia berharap, pemasangan alat x-ray menjadi indikator peningkatan keamanan yang diharapkan mampu mendeteksi potensi barang berbahaya atau terlarang.
Danlanal mengatakan pemasangan alat x-ray menjadi indikator peningkatan keamanan yang diharapkan mampu mendeteksi potensi barang berbahaya atau terlarang.
Pewarta : Muhsidin
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
