Logo Header Antaranews Papua

Posko ESDM: sistem kelistrikan Papua kondisi surplus selama liburan Nataru

Sabtu, 27 Desember 2025 21:32 WIB
Image Print
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Diksi Erfani Umar saat memaparkan kondisi sistem kelistrikan di Tanah Papua kepada Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025 Erika Retnowati bertempat Gardu Induk Skyline, Kota Jayapura, Papua,Sabtu (27/12). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan sistem kelistrikan di Papua dalam kondisi surplus selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025 Erika Retnowati di Jayapura, Sabtu, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan beban puncak kelistrikan di keenam provinsi di tanah Papua saat ini mencapai 364,10 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 543,58 MW.

"Kondisi tersebut memberikan cadangan daya sekitar 179,48 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daya saat libur Natal 2025.dan Tahun Baru 2026," kata Erika usai melakukan peninjauan di Gardu Induk Skyline, Jayapura, Papua, Sabtu.

Menurut Erika, sehingga pemantauan secara menyeluruh terhadap pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi listrik di seluruh wilayah Papua, termasuk daerah terpencil dan sistem kelistrikan yang masih berdiri sendiri semua kategori aman.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Diksi Erfani Umar mengatakan, Papua memiliki sistem kelistrikan yang paling kompleks di Indonesia di mana saat ini terdapat sembilan sistem besar dan 374 sistem kecil yang sebagian besar masih bersifat isolated atau belum saling terhubung.

“Di Papua ada sembilan sistem besar dengan total daya mampu sekitar 540 megawatt, serta ratusan sistem kecil yang tersebar di wilayah pegunungan dan pedalaman," katanya.

Menurut Diksi, pembangkit utama di Papua berada di wilayah Holtekamp yang terdiri atas PLTU, PLTMG, serta sejumlah PLTD yang tersebar di berbagai kota. Seluruh pembangkit tersebut dalam kondisi siap operasi untuk menyuplai listrik selama periode Natal dan Tahun Baru.

“Cadangan daya mampu di Papua saat ini sekitar 35 persen sehingga secara kecukupan masih sangat aman,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu PLN juga telah melakukan pemetaan risiko berbasis geospasial, termasuk mitigasi potensi bencana dan gangguan cuaca. Langkah penguatan aset kritikal, kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan pemulihan kelistrikan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi gangguan.

"Selain kesiapan pasokan listrik, kami juga melaporkan perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Papua," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Posko ESDM: sistem kelistrikan Papua surplus selama libur Nataru



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026