Sentani (ANTARA) - Yayasan Teker Harapan Papua bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua memastikan penambahan menu berbasis pangan lokal Papua pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.
Ketua Yayasan Teker Harapan Papua, Hesty Imelda Kere di Sentani, Kamis, mengatakan penambahan menu berbasis pangan lokal tersebut mulai diterapkan pada pelayanan MBG awal 2026 dengan memanfaatkan bahan pangan khas Papua seperti sagu, ubi, dan pangan lokal lainnya.
“Pelayanan perdana MBG tahun ini dimulai secara serentak hari ini sesuai perintah dari Badan Gizi Nasional (BGN)," katanya.
Menurut Hesty, penambahan menu pangan lokal merupakan arahan langsung dari BGN tidak hanya untuk Papua tetapi juga bagi seluruh SPPG di Indonesia.
"Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta menyesuaikan kebutuhan gizi masyarakat setempat," ujarnya.
Dia menjelaskan selain itu pihaknya juga diminta untuk terus melakukan sosialisasi manfaat MBG tidak hanya kepada anak-anak sekolah tetapi juga menyasar kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak jalanan.
"Kelompok rentan ini memang menjadi prioritas pelayanan MBG di tahun ini," katanya lagi.
Dia menambahkan anak-anak jalanan dan anak putus sekolah di bawah usia 18 tahun juga menjadi perhatian khusus dengan demikian pihaknya akan melakukan pendataan lokasi dan titik kumpul mereka agar penyaluran makanan bergizi dapat tepat sasaran.
“Yang penting kami tahu mereka ada di mana, tempat kumpulnya di mana supaya makanan bergizi bisa disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka," ujarnya.

