Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan segera membentuk satuan tugas (Satgas) untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di daerah itu.
"Kami pemerintah daerah akan membentuk satgas untuk dapat mengawasi program MBG sehingga tidak menimbulkan masalah di tengah masyarakat yang nantinya mengganggu jalannya program nasional tersebut di Kabupaten Jayawijaya," kata Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere di Wamena, Sabtu.
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan adanya laporan mengenai makanan basi yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dengan adanya satgas pengawasan program MBG dapat meminimalisir keracunan, makanan basi yang nantinya berdampak kepada penerima manfaat.
"Ada beberapa yang viral di media sosial terkait makanan yang basi karena mungkin jarak yang ditempuh jauh, maka ini harus diperhitungkan baik oleh pengelola MBG sehingga kejadian ini tidak terulang," ujarnya.
Dia menjelaskan ke depan pengelola dapur MBG diserahkan kepada warga di daerah yang bersangkutan supaya memangkas jarak tempuh yang cukup jauh sehingga dapat membuat makanan menjadi basi.
"Kami harap ke depan pengelola MBG itu warga setempat supaya setiap kali masakan itu masak langsung dapat didistribusikan ke penerima manfaat baik itu sekolah, ibu hamil maupun ibu menyusui," katanya.
Dia menambahkan ke depan seluruh sekolah di Kabupaten Jayawijaya dapat menerima program MBG untuk meningkatkan ketahanan tubuh serta memenuhi kebutuhan gizi setiap hari.
"Kami harap ke depan seluruh sekolah dapat memperoleh manfaat dari program MBG, khususnya sekolah-sekolah di wilayah pinggiran Kabupaten Jayawijaya. Dan kami harap lagi ke depan pengelola dapur MBG adalah masyarakat lokal di setiap distrik," ujarnya.

