Jayapura (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen mengingatkan agar kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan penguatan sumber daya manusia dan upaya mewujudkan Papua yang sehat dan cerdas.
“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung 'Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’ sehingga ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi fondasi membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya usai rapat koordinasi Program MBG di Jayapura, Kamis.
Menurut Aryoko, Papua memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses layanan, hingga kesenjangan pemenuhan gizi di sejumlah wilayah.
"Karena itu, pelaksanaan MBG tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, melainkan harus dirancang secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperhatikan konteks lokal serta kearifan masyarakat setempat," ujarnya.
Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, puskesmas, aparat keamanan, serta mitra pembangunan menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan Program MBG sebagai tanggung jawab kolektif. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen, konsistensi, dan integritas semua pihak dalam menjalankan peran masing-masing," katanya.
Dia menambahkan pihaknya juga menekankan agar program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga terintegrasi dengan edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta sanitasi yang layak.
"Pada acara tersebut kami bersama UNICEF melalui Yayasan Gapai Harapan Papua menyerahkan dokumen Program MBG berupa materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta standar operasional prosedur (SOP) kepada sekolah, puskesmas, dan SPPG pendampingan. Penyerahan dokumen tersebut sangat penting dilakukan untuk menjamin keseragaman standar, konsistensi pelaksanaan, serta perlindungan terhadap keamanan dan kualitas pangan bagi anak-anak Papua," ujarnya.

