Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan perkuat pelayanan perizinan guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026.
Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMKPTSP) Kabupaten Jayawijaya menggelar forum konsultasi publik (FKP) pembahasan rancangan peraturan bupati (Perbup) standar pelayanan penyelenggaraan pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko, perizinan non berusaha dan non perizinan.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayawijaya Tinggal Wusono di Wamena, Minggu mengatakan, kegiatan FKP sebagai bahan laporan dan memperkuat perizinan berbasis risiko di daerah ini.
“Ketentuan memperkuat perizinan telah diatur dalam implementasi Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik yang harus optimal kepada masyarakat terutama di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Menurut dia, standar pelayanan adalah tolak ukur atau pedoman untuk menyelenggarakan dan menilai kualitas pelayanan, agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Pelayanan publik yang optimal bertujuan untuk memastikan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur,” ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk itu setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jayawijaya yang menyelenggarakan pelayanan publik, wajib menyusun dan menyampaikan dokumen administrasi pelayanan publik dan tatalaksana yang merupakan bagian dari standar pelayanan, dimana salah satunya adalah membuat laporan konsultasi publik.
“Kami berharap, melalui FKP ini dapat saling berdiskusi, berbagi pengalaman dan menentukan solusi terbaik bagi peningkatan kualitas pelayanan. Bahkan dapat memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Dia menambahkan, hasil dari diskusi dan rekomendasi forum dapat menjadi acuan bagi para perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami ingin mendorong kepada seluruh peserta forum untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi ini. Mari berikan ide dan saran yang membangun, agar dapat bersama-sama mewujudkan pelayanan terpadu satu pintu yang lebih baik serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.

