
Kementerian ESDM-PLN perluas akses listrik di Papua Tengah lewat BPBL

Nabire (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) memperluas akses listrik bagi masyarakat tidak mampu di Provinsi Papua Tengah melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire Rakhel Rumbewas, di Nabire, Selasa mengatakan, program BPBL dari Kementerian ESDM menyasar sebanyak 3.500 rumah tangga tidak mampu di empat kabupaten di Papua Tengah.
“Bantuan penyambungan listrik baru dari Kementerian ESDM diberikan kepada masyarakat tidak mampu sebanyak 3.500 rumah di Kabupaten Nabire, Deyiyai, Dogiyai, dan Paniai,” kata Rakhel.
Ia menjelaskan, saat ini pelaksanaan program BPBL masih dalam tahap progres penyelesaian, khususnya pemasangan instalasi listrik dan meteran di rumah penerima manfaat.
Alokasi BPBL tersebut merupakan alokasi 2025 dan saat ini PLN Nabire masih terus menyelesaikan pemasangan listrik baru.
“Dari alokasi 3.500 tersebut, pelanggannya sudah ada, tinggal kita menyelesaikan pemasangan instalasi listrik dan meteran di lapangan, tinggal 20 persen yang belum terpasang,” katanya.
Selain bantuan pemasangan meteran listrik secara gratis, Pemprov Papua Tengah juga memberikan bantuan token listrik kepada masyarakat guna membantu pemenuhan kebutuhan listrik.
Pemprov Papua Tengah melalui Dinas ESDM juga telah memberikan bantuan kelistrikan kepada masyarakat di lima kabupaten, yakni Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Intan Jaya.
Bantuan tersebut difokuskan bagi orang asli Papua (OAP) berupa subsidi pembelian token listrik bagi 8.500 pelanggan dengan daya 450 volt ampere (VA), 900 VA, dan 1.300 VA.
Bantuan token listrik tersebut dialokasikan sebesar Rp4 miliar pada tahun 2025 yang merupakan kebijakan Gubernur Papua Tengah
“Kita berharap Pemprov Papua Tengah dapat terus memberikan dukungan terhadap program kelistrikan agar pemerataan akses listrik dapat menjangkau seluruh kabupaten di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLN melalui program Penyediaan Tenaga Listrik Perdesaan (P2K) akan mulai membangun jaringan listrik di sejumlah desa yang hingga kini belum terjangkau layanan kelistrikan.
“Setelah jaringan listrik dibangun, maka kita bisa menilai potensi untuk bantuan pemasangan meteran ke depan. Jadi jaringan listrik masuk terlebih dahulu, kemudian bantuan pemasangan meteran,” ujarnya.
Melalui program BPBL, bantuan token listrik, serta pembangunan jaringan baru, PLN berharap akses listrik di Papua Tengah semakin luas dan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Ali Nur Ichsan
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
