
BMKG prediksi kemarau berlangsung hingga lima bulan di Papua Pegunungan

Wamena (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena, Kabupaten Jayawijaya memprediksi musim kemarau akan berlangsung tiga hingga lima bulan ke depan di wilayah Papua Pegunungan.
Musim kemarau dan fenomena El Nino adalah dua hal yang berbeda sehingga harus diketahui oleh masyarakat secara baik.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Laura SM Runggeari di Wamena, Senin, mengatakan sesuai prediksi kemungkinan musim kemarau akan berlangsung pada Mei dasarian tiga
“Kami memprediksi puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026, dan musim kemarau akan berlangsung tiga hingga lima bulan ke depan,” katanya.
Oleh sebab itu, warga di wilayah Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya untuk dapat mengantisipasi prediksi musim kemarau tersebut.
“Kami imbau supaya warga dapat mengantisipasi fenomena alam ini secara baik supaya tidak terjadi masalah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain musim kemarin, kata dia, wilayah Papua Pegunungan juga akan terdampak fenomena alam El Nino.
“Kami juga memprediksi Papua Pegunungan memang terdampak fenomena alam El Nino, tapi dampaknya tidak kuat. Kami masih terus update informasi El Nino supaya ada perkembangan terbaru terhadap fenomena alam itu,” katanya.
Dia menambahkan fenomena alam El Nino di wilayah Papua Pegunungan tidak terlalu berdampak secara signifikan.
“El Nino untuk wilayah Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya tidak terlalu berdampak, tetapi masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
