Logo Header Antaranews Papua

Bappenas harap optimalisasi Otsus tingkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan

Rabu, 29 April 2026 21:37 WIB
Image Print
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersalaman dengan Gubernur Papua Pegunungan di sela-sela Musrenbang RKPD dan Otsus tahun 2027 Papua Pegunungan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengharapkan pembangunan di segala bidang dapat lebih merata di Indonesia, khususnya di Papua Pegunungan dengan mengoptimalkan Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkat kesejahteraan rakyat.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris di Wamena, Rabu, mengatakan masyarakat di Pulau Jawa dan sekitarnya harus belajar dari wilayah Papua Pegunungan yang sejak dulu hidup dalam tingkat kemahalan.

“Masyarakat di Pulau Jawa sedikit-sedikit ribut ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok (bapok) naik, tetapi masyarakat di sini (Papua Pegunungan) sudah biasa hidup dengan tingkat kemahalan. Kami berharap ke depan pembangunan harus lebih merata sehingga masyarakat di wilayah timur pun dapat merasakan campur tangan pemerintah pusat,” katanya.

Menurutnya, Provinsi Papua Pegunungan masih baru sehingga sistem regulasi dan perizinan di semua sektor itu dipermudah supaya dapat meningkatkan pendapatan daerah serta kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kami contohnya di daerah lainnya itu sudah over regulasi dan sistem perizinannya kompleks, maka agak ribet. Kami harap di Papua Pegunungan tidak demikian, supaya percepatan pembangunannya cepat terwujud,” ujarnya.

Dia menjelaskan wilayah Papua yang terdiri dari enam provinsi harus dapat memanfaatkan kekhususannya melalui Otonomi Khusus (Otsus) supaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua (OAP).

“Kami harap dengan daerah khusus seperti ini dapat memudahkan OAP dapat berusaha, bekerja, sekolah, maupun investasi dari luar itu masuk,” katanya.

Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sudah mulai meningkat 5,11 persen pada tahun 2025 dan tahun ini terus meningkat. Pada tahun 2027 pemerintah mengharapkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6-7,5 persen.

“Kami tentu berharap dari Kementerian PPN/Bappenas, dengan terus bertumbuhnya ekonomi Indonesia maka dapat menekan angka kemiskinan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua,” ujarnya.

Ia mengemukakan hal itu saat memberikan arahan pada Musrenbang RKPD dan Otsus tahun 2027 Papua Pegunungan.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026