
Pemprov Papua pastikan hewan kurban sehat dan layak konsumsi

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pangan setempat terus memastikan hewan kurban yang akan dipotong pada Hari Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka Daimboa di Jayapura, Senin, mengatakan untuk itu pihaknya memperketat pengawasan dengan menurunkan tim khusus di lapangan.
“Pengawasan hewan kurban ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang Idul Adha hanya saja pada 2026 ini lebih di perketat lagi sehingga memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan,” katanya.
Menurut Lunanka, pengawasan ini penting dilakukan guna memberikan jaminan kepada masyarakat karena daging kurban tersebut dibagikan secara luas sehingga mutu dan keamanan pangan harus terjamin
“Dalam momentum Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan kurban meningkat sehingga pengawasan diperlukan agar hewan yang dijual memenuhi syarat kesehatan, cukup umur, dan layak dijadikan hewan kurban sesuai ketentuan syariat maupun standar kesehatan pemerintah,” ujarnya.
Oleh sebab itu, kini tim pengawasan sedang turun ke lokasi penjualan hewan kurban hingga nanti ke tempat pemotongan di masjid-masjid dengan melakukan pemeriksaan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat.
“Kami berharap seluruh hewan kurban yang disalurkan kepada masyarakat dapat memberikan manfaat sekaligus menjamin keamanan pangan. Dengan pengawasan yang dilakukan, masyarakat diharapkan merasa aman dalam mengonsumsi daging kurban selama Hari Raya Idul Adha,” katanya.
Dia menambahkan, pada 2026, Dinas Pertanian juga menyiapkan lima ekor sapi kurban melalui dana APBD dan dana otonomi khusus di mana jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya menyediakan satu ekor sapi kurban.
“Selain dari kami, bantuan sapi kurban juga ada dari Presiden RI sebanyak 10 ekor pada tahun ini. Dan satu ekor diperuntukkan bagi provinsi dan sembilan ekor lainnya disalurkan ke kabupaten dan kota di Papua,” ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
