Smelter direncanakan berdampingan dengan pabrik semen dan pupuk
Kamis, 12 Maret 2015 16:54 WIB
Ilustrasi smelter (Foto: Istimewa)
Jayapura (Antara Papua) - Pabrik pemurnian emas (Smelter) direncanakan dibangun berdampingan dengan pabrik semen PT Bosowa dan pabrik pupuk yang berlokasi di Pomako, Mimika, Papua.
Dalam tahapan rencana pembangunan, kata Pejabat Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Provinsi Papua, Petrus Assem di Jayapura, Kamis, pihaknya telah membahas mengenai sebelas item yang termasuk dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
"Mengecek tata ruang apakah bagian itu termasuk dalam ijin Amdal bersifat kawasan jadi ada industri semen, industri pupuk, dan smelter," katanya.
Menurut dia, kini yang telah mendapatkan ijin untuk membangun industri semen yaitu PT Bosowa namun baru dalam perijinan untuk proses dan pembangunannya akan berdampingan dengan smelter dan pabrik pupuk.
"Dengan demikian investor yang sudah memiliki ijin itu PT Bosowa, hanya saja masih menunggu satu rentetan dengan pembangunan smelter dan pupuk," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, menyangkut nilai tanah harus ada Memorandum of Understanding MoU (perjanjian kerjasama) dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Lanjut dia, mengenai Amdal Smelter itu berbeda dengan Amdal semen, namun masih dalam rencana menunggu MoU untuk kedua industri tersebut.
"Perjanjian kerjasama tersebut akan dibahas pada bulan ini (Maret) dan hasilnya kami akan informasikan diawal bulan April, tambah Petrus. (*)
Dalam tahapan rencana pembangunan, kata Pejabat Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Provinsi Papua, Petrus Assem di Jayapura, Kamis, pihaknya telah membahas mengenai sebelas item yang termasuk dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
"Mengecek tata ruang apakah bagian itu termasuk dalam ijin Amdal bersifat kawasan jadi ada industri semen, industri pupuk, dan smelter," katanya.
Menurut dia, kini yang telah mendapatkan ijin untuk membangun industri semen yaitu PT Bosowa namun baru dalam perijinan untuk proses dan pembangunannya akan berdampingan dengan smelter dan pabrik pupuk.
"Dengan demikian investor yang sudah memiliki ijin itu PT Bosowa, hanya saja masih menunggu satu rentetan dengan pembangunan smelter dan pupuk," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, menyangkut nilai tanah harus ada Memorandum of Understanding MoU (perjanjian kerjasama) dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Lanjut dia, mengenai Amdal Smelter itu berbeda dengan Amdal semen, namun masih dalam rencana menunggu MoU untuk kedua industri tersebut.
"Perjanjian kerjasama tersebut akan dibahas pada bulan ini (Maret) dan hasilnya kami akan informasikan diawal bulan April, tambah Petrus. (*)
Pewarta : Pewarta: Feronike Rumere
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menparekraf direncanakan kunjungi kampung wisata Rhepang Muaif Jayapura
08 October 2024 12:39 WIB, 2024
PB PON Papua sebut pelaksanaan CdM Meeting III direncanakan secara virtual
13 August 2021 19:29 WIB, 2021
Gubernur Papua Lukas Enembe direncanakan kembali berobat dari Singapore Juli
26 June 2021 4:16 WIB, 2021
Menko Polhukam Mahfud MD sebut penembakan anggota TGPF direncanakan KKB
13 October 2020 14:17 WIB, 2020
Pengamat intelijen sebut penusukan Wiranto direncanakan untuk stigma Indonesia tak aman
11 October 2019 17:31 WIB, 2019