Jayapura (Antara Papua) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan Kabupaten Nduga merupakan daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Papua yakni hanya sebesar 26,56.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Papua Eko Mardiana, di Jayapura, mengatakan dilihat menurut komponen penbentuk IPM, nilai setiap komponen Kabupaten Nduga menjadi paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
"Nilai tiap komponen IPM 2016 di Nduga yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir sebesar 54,50 tahun yang berarti tiap bayi baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga usia 54,50 tahun," katanya.
Menurut Eko, untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 2,34 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun di Nduga memiliki peluang bersekolah hanya selama 2,34 tahun atau hanya sampai kelas 2 sekolah dasar.
"Angka Rata-Rata Lama Sekolah (RTS) sebesar 0,70 tahun yang berarti penduduk Nduga usia 25 tahun ke atas secara rata-rata hanya menempuh pendidikan 0,70 tahun atau tidak tamat kelas 1 sekolah dasar," ujarnya.
Sedangkan untuk angka pengeluaran per kapita disesuaikan dengan harga konstan 2012 hanya sebesar Rp3,72 juta per tahun.
"Pencapaian pembangunan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Papua pada 2016 cukup bervariasi, di mana tidak ada satu kabupaten pun yang IPMnya berkategori sangat tinggi," katanya lagi.
Dia menambahkan mayoritas kabupaten berstatus rendah, namun yang terendah dibandingkan yang lainnya adalah Kabupaten Nduga. (*)
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Papua Eko Mardiana, di Jayapura, mengatakan dilihat menurut komponen penbentuk IPM, nilai setiap komponen Kabupaten Nduga menjadi paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
"Nilai tiap komponen IPM 2016 di Nduga yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir sebesar 54,50 tahun yang berarti tiap bayi baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga usia 54,50 tahun," katanya.
Menurut Eko, untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 2,34 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun di Nduga memiliki peluang bersekolah hanya selama 2,34 tahun atau hanya sampai kelas 2 sekolah dasar.
"Angka Rata-Rata Lama Sekolah (RTS) sebesar 0,70 tahun yang berarti penduduk Nduga usia 25 tahun ke atas secara rata-rata hanya menempuh pendidikan 0,70 tahun atau tidak tamat kelas 1 sekolah dasar," ujarnya.
Sedangkan untuk angka pengeluaran per kapita disesuaikan dengan harga konstan 2012 hanya sebesar Rp3,72 juta per tahun.
"Pencapaian pembangunan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Papua pada 2016 cukup bervariasi, di mana tidak ada satu kabupaten pun yang IPMnya berkategori sangat tinggi," katanya lagi.
Dia menambahkan mayoritas kabupaten berstatus rendah, namun yang terendah dibandingkan yang lainnya adalah Kabupaten Nduga. (*)