Diskop UKM Biak Numfor dorong peningkatan produk abon ikan asky
Minggu, 19 Agustus 2018 15:29 WIB
Kuliner kemasan abon ikan tuna Asky merupakan produk rumahan kelompok perempuan Samber Distrik Yendidori. (Dokumentasi Distrik Yendidori).
Biak (Antaranews Papua) - Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Biak Numfor, Papua, mendorong peningkatan produksi kemasan abon ikan Asky di Kampung Samber Distrik Yendidori.
"Pemasaran produk abon ikan Asky Byak hasil olahan kelompok perempuan Kampung Samber melibatkan toko swalayan, pemerintah ikut mencari peluang pasar untuk membantu pelaku UKM Biak," ujar Kepala Diskop UKM Biak Numfor Abdul Manan menanggapi pemasaran produksi abon ikan kemasan Asky, di Biak, Minggu.
Ia mengakui pemerintah daerah melalui dinas koperasi berkomitmen untuk membantu pemasaran produk UKM dalam upaya menambah penghasilan usaha kelompok setempat.
Dia berharap abon ikan tuna produksi dari UKM Biak Numfor kampung Samber Distrik Yendidori dapat menjadi kuliner oleh-oleh khas Biak.
"Kemasan abon ikan tuna dibuat dengan berbagai varian rasa, ini menjadi salah satu kuliner khas Biak untuk? dipasarkan sebagai oleh-oleh buat kerabat," ujar Kadiskop Abdu Manan.
Sementara itu, Kepala Distrik Yendori Daniel Aibekob mengatakan produksi usaha abon ikan tuna Asky dari Kampung Samber terus diminati masyarakat sebagai kuliner oleh-oleh khas dari pulau Biak.
"Varian rasa abon ikan tuna Asky sebagai hasil industri rumahan kelompok usaha perempuan di antaranya gurih, manis, dan pedas," katanya.
Kadistrik Yendidori Daniel Aibekob menyebut untuk harga penjualan? produk abon ikan tuna kemasan di pasaran berkisar Rp20 ribuan hingga Rp30.000/bungkus.
Berdasarkan data, produk kuliner yang sudah diproduksi pelau UKM Biak yang dijual dalam kemasan di antaranya abon ikan tuna Asky dan abon ikan Aulia industri, keripik keladi, dan sagu kemasan.
"Pemasaran produk abon ikan Asky Byak hasil olahan kelompok perempuan Kampung Samber melibatkan toko swalayan, pemerintah ikut mencari peluang pasar untuk membantu pelaku UKM Biak," ujar Kepala Diskop UKM Biak Numfor Abdul Manan menanggapi pemasaran produksi abon ikan kemasan Asky, di Biak, Minggu.
Ia mengakui pemerintah daerah melalui dinas koperasi berkomitmen untuk membantu pemasaran produk UKM dalam upaya menambah penghasilan usaha kelompok setempat.
Dia berharap abon ikan tuna produksi dari UKM Biak Numfor kampung Samber Distrik Yendidori dapat menjadi kuliner oleh-oleh khas Biak.
"Kemasan abon ikan tuna dibuat dengan berbagai varian rasa, ini menjadi salah satu kuliner khas Biak untuk? dipasarkan sebagai oleh-oleh buat kerabat," ujar Kadiskop Abdu Manan.
Sementara itu, Kepala Distrik Yendori Daniel Aibekob mengatakan produksi usaha abon ikan tuna Asky dari Kampung Samber terus diminati masyarakat sebagai kuliner oleh-oleh khas dari pulau Biak.
"Varian rasa abon ikan tuna Asky sebagai hasil industri rumahan kelompok usaha perempuan di antaranya gurih, manis, dan pedas," katanya.
Kadistrik Yendidori Daniel Aibekob menyebut untuk harga penjualan? produk abon ikan tuna kemasan di pasaran berkisar Rp20 ribuan hingga Rp30.000/bungkus.
Berdasarkan data, produk kuliner yang sudah diproduksi pelau UKM Biak yang dijual dalam kemasan di antaranya abon ikan tuna Asky dan abon ikan Aulia industri, keripik keladi, dan sagu kemasan.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskop Papua Pegunungan sebut Kopdes Merah Putih bawa manfaat besar bagi OAP
25 January 2026 8:06 WIB
Diskop Papua Pegunungan sebut Kopdes Merah Putih bawa dampak ekonomi bagi OAP
17 January 2026 15:44 WIB
Pemprov Papua Pegunungan salurkan Rp36,9 miliar modal usaha pelaku UMKM OAP
18 November 2025 17:38 WIB
Pemprov memperkuat SDM untuk pendamping Kopdes Merah Putih se-Papua Pegunungan
13 November 2025 19:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bulog Papua siapkan 38.775 ton beras penuhi kebutuhan warga di Bumi Cenderawasih
02 April 2026 19:47 WIB
BPS Papua sebut 20 komoditas di Bumi Cenderawasih penyumbang inflasi pada Maret 2026
02 April 2026 12:30 WIB
BPS sebut tiga negara tujuan utama jadi ekspor besar Papua pada Februari 2026
02 April 2026 12:26 WIB