Dana Otsus di Asmat digunakan untuk mengurangi kemiskinan
Rabu, 23 Januari 2019 19:38 WIB
Barang-barang kesehatan pada RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua yang diadakan dengan menggunakan dana Otsus Papua 2018 (Dokumen Humas Pemkab Asmat/Eman)
Asmat (ANTARA News Papua) – Sejumlah instansi daerah di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua memanfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2018 untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan pembangunan di 23 distrik dan 224 kampung.
Sejumlah program yang bersumber dari dana Otsus itu diarahkan untuk pembangunan pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan sosial, terutama orang asli Papua setempat. Realisasi penggunaan dana Otsus pun mendekati seratus persen.
Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah kepala OPD pada lingkup Pemerintah Kabupaten Asmat di Agats, Kamis (17/1).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pada 2018 lalu pihaknya mengelola dana Otsus kurang lebih Rp11,8 miliar. Dana tersebut terserap dalam program peningkatan sumber daya petani, ketahanan pangan pertanian dan peningkatan teknologi pertanian.
“Selain itu untuk program peningkatan hasil produksi dan teknologi peternakan, peningkatan kapasitas sumber daya peternakan dan aparatur serta perkebunan dan produksi perkebunan,” kata Iqbal.
Pada Dinas Kesehatan, dana Otsus 2018 sebesar Rp14,1 miliar digunakan untuk program obat dan perbekalan kesehatan, upaya kesehatan masyarakat, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak.
“Selain itu dana Otsus kami manfaatkan juga untuk program pelayanan administrasi perkantoran,” kata Kepala Dinas Kesehatan Asmat Riechard Mirino.
Adapun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats mengelola anggaran Otsus 2018 sebesar Rp1,7 miliar.
“Kami hanya melaksanakan dua program, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan program pelayanan kesehatan penduduk miskin,” kata Direktur RSUD Agats drg Yenny Yokung Young.
Dana Otsus 2018 yang digelontorkan untuk sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp6,8 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Asmat Sukarno mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan budidaya perikanan.
“Selanjutnya juga untuk program peningkatan sarana dan prasarana produksi sumber daya kelautan dan perikanan (PSKD),” kata Sukarno.
Sementara itu Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Asmat menerima alokasi dana Otsus 2018 sebesar Rp11,3 miliar.
“Kami gunakan untuk program pengembangan perumahan rakyat dan penyediaan air bersih. Dananya sudah terserap untuk dua program itu,” kata Kepala DPRKP2 Asmat Paewang Massau.
Pemprov Papua diharapkan dapat meningkatkan alokasi dana Otsus sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan infrastruktur di Asmat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan pembangunan di kabupaten tersebut.(*/adv)
Sejumlah program yang bersumber dari dana Otsus itu diarahkan untuk pembangunan pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan sosial, terutama orang asli Papua setempat. Realisasi penggunaan dana Otsus pun mendekati seratus persen.
Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah kepala OPD pada lingkup Pemerintah Kabupaten Asmat di Agats, Kamis (17/1).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pada 2018 lalu pihaknya mengelola dana Otsus kurang lebih Rp11,8 miliar. Dana tersebut terserap dalam program peningkatan sumber daya petani, ketahanan pangan pertanian dan peningkatan teknologi pertanian.
“Selain itu untuk program peningkatan hasil produksi dan teknologi peternakan, peningkatan kapasitas sumber daya peternakan dan aparatur serta perkebunan dan produksi perkebunan,” kata Iqbal.
Pada Dinas Kesehatan, dana Otsus 2018 sebesar Rp14,1 miliar digunakan untuk program obat dan perbekalan kesehatan, upaya kesehatan masyarakat, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak.
“Selain itu dana Otsus kami manfaatkan juga untuk program pelayanan administrasi perkantoran,” kata Kepala Dinas Kesehatan Asmat Riechard Mirino.
Adapun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats mengelola anggaran Otsus 2018 sebesar Rp1,7 miliar.
“Kami hanya melaksanakan dua program, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan program pelayanan kesehatan penduduk miskin,” kata Direktur RSUD Agats drg Yenny Yokung Young.
Dana Otsus 2018 yang digelontorkan untuk sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp6,8 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Asmat Sukarno mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan budidaya perikanan.
“Selanjutnya juga untuk program peningkatan sarana dan prasarana produksi sumber daya kelautan dan perikanan (PSKD),” kata Sukarno.
Sementara itu Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Asmat menerima alokasi dana Otsus 2018 sebesar Rp11,3 miliar.
“Kami gunakan untuk program pengembangan perumahan rakyat dan penyediaan air bersih. Dananya sudah terserap untuk dua program itu,” kata Kepala DPRKP2 Asmat Paewang Massau.
Pemprov Papua diharapkan dapat meningkatkan alokasi dana Otsus sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan infrastruktur di Asmat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan pembangunan di kabupaten tersebut.(*/adv)
Pewarta : Eman
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: KEPP Otonomi Khusus Papua dibentuk untuk menata ulang model pembangunan
18 December 2025 8:07 WIB
Presiden Prabowo minta dana otsus Papua tidak dipakai untuk dinas luar negeri
17 December 2025 9:04 WIB
Presiden Prabowo kumpulkan kepala daerah se Tanah Papua bahas percepatan pembangunan
16 December 2025 18:07 WIB
Pemprov: 24 tahun Otsus Papua berikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan OAP
22 November 2025 7:35 WIB
Pemkot Jayapura memastikan dana otsus dirasakan masyarakat orang asli Papua
22 November 2025 2:26 WIB
BP3OKP Papua Selatan gandeng Kejaksaan Tinggi Papua tingkatkan pengawasan Otsus
11 November 2025 13:02 WIB
Bupati Biak Numfor: Alokasi Dana Otsus 2026 untuk pendidikan mencapai 30 persen
10 November 2025 15:23 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Dishub Jayawijaya pastikan lima lampu pengatur lalu lintas beroperasi optimal
26 January 2026 16:02 WIB