Kapolda Papua: tidak ada operasi militer di Nduga
Jumat, 1 Maret 2019 19:20 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin. (ANTARA News Papua/Evarukdijati)
Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan tidak ada operasi militer yang dilakukan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.
"Saat ini yang digelar di Nduga adalah operasi penegakan hukum dengan sandi 'operasi Nemangkawi'," ujar Sormin kepada Antara di Jayapura, Jumat.
Ia mengatakan operasi penegakan hukum itu dilakukan untuk menangkap para pelaku penembakan yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Operasi "Nemangkawi" itu digelar setelah aksi penembakan dan pembunuhan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil di Kabupaten Nduga.
Oleh karena itu masyarakat diminta tidak perlu mengungsi atau ketakutan serta percaya informasi yang tidak benar atau hoaks.
"Penegakan hukum akan terus dilakukan karena aksi yang dilakukan KKB di kawasan itu bukan saja menyerang warga sipil, tetapi anggota serta menyebabkan terhambatnya pembangunan di kawasan itu," kata Irjen Pol Sormin.
Ketika ditanya tentang masyarakat yang mengungsi, Ia mengatakan hingga kini belum bisa dipastikan karena angota TNI-Polri tidak diizinkan bertemu dengan mereka yang disebut pengungsi.
"Sampai saat ini anggota TNI-Polri tidak diizinkan bertemu dengan katanya masyarakat pengungsi," ujarnya.
KKB pimpinan Egianus Kogoya selama 2018 melakukan sejumlah aksi penembakan dan pembunuhan terhadap warga sipil di berbagai wilayah di Kabupaten Nduga, termasuk karyawan PT Istaka Karya.
"Saat ini yang digelar di Nduga adalah operasi penegakan hukum dengan sandi 'operasi Nemangkawi'," ujar Sormin kepada Antara di Jayapura, Jumat.
Ia mengatakan operasi penegakan hukum itu dilakukan untuk menangkap para pelaku penembakan yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Operasi "Nemangkawi" itu digelar setelah aksi penembakan dan pembunuhan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil di Kabupaten Nduga.
Oleh karena itu masyarakat diminta tidak perlu mengungsi atau ketakutan serta percaya informasi yang tidak benar atau hoaks.
"Penegakan hukum akan terus dilakukan karena aksi yang dilakukan KKB di kawasan itu bukan saja menyerang warga sipil, tetapi anggota serta menyebabkan terhambatnya pembangunan di kawasan itu," kata Irjen Pol Sormin.
Ketika ditanya tentang masyarakat yang mengungsi, Ia mengatakan hingga kini belum bisa dipastikan karena angota TNI-Polri tidak diizinkan bertemu dengan mereka yang disebut pengungsi.
"Sampai saat ini anggota TNI-Polri tidak diizinkan bertemu dengan katanya masyarakat pengungsi," ujarnya.
KKB pimpinan Egianus Kogoya selama 2018 melakukan sejumlah aksi penembakan dan pembunuhan terhadap warga sipil di berbagai wilayah di Kabupaten Nduga, termasuk karyawan PT Istaka Karya.
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Satgas Yonif 511/DY salurkan paket bahan pokok kepada warga Tiom Lanny Jaya
13 February 2026 14:44 WIB
Kapendam XVII sebut dua pucuk senpi organik hilang saat insiden di Mile 50
13 February 2026 14:43 WIB
Satgas Damai Cartenz klaim pelaku penembakan pesawat Smart Air adalah KKB Kanibal Yahukimo
13 February 2026 14:40 WIB